Pertemuan sejumlah elite Partai Golkar di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, malam ini diakui lebih banyak membahas internal partai, ketimbang dukungan ke salah satu pasangan capres-cawapres 2014.
Menurut Ketua DPP Partai Golkar , Priyo Budi Santoso , salah satu masalah internal yang dibahas adalah tentang Musyawarah Nasional (Munas) sebagai forum pemilihan ketua umum yang baru."Partai Golkar termasuk model percontohan mekanisme lima tahunan. Partai lain boleh saja terang-terangan pada figur tertentu, kalau di Golkar dibangun mesin politik mekanisme 5 tahun dipandang penting," kata Priyo.Hal itu dikatakan Priyo di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Rabu (21/5). Hadir dalam pertemuan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono dan beberapa fungsionaris seperti Andi Mattalatta , Fahmi Idris dan Zainal Bintang.Menurut Priyo, hasil pertemuan menginginkan Golkar taat azas agar Munas dilakukan 5 tahunan, yang berarti akan digelar lagi pada awal Oktober mendatang atau sebelum pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober. "Praktis awal Oktober sudah bisa diselenggarakan mekanisme tahunan kita dalam rangka memilih ketum baru," kata Priyo.Untuk diketahui, masa kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie agak berbeda dari biasanya karena ditetapkan berlangsung selama 6 tahun. Hal ini diklaim oleh pendukung Ical sudah ditetapkan pada Munas Golkar pada 2009."Periode kali ini menjadi 6 tahun hanya rekomendasi, AD/ART yang menginginkan 5 tahunan. Kalau legowo bisa disetujui. Maka sekali lagi Munas akan diselenggarakan awal oktober," ujar Priyo yang disebut-sebut berambisi bertarung dalam pemilihan calon Ketum Golkar mendatang ini.Soal dukungan Ical ke Prabowo - Hatta , kata Priyo, forum yang dihadiri pihaknya tidak membahas hal itu. "ARB silakan saja dengan Gerinda. Harus ada penjelasan mengapa merapat, mengapa mimpi kita tidak disambut. Memang tidak mudah menjadi keputusan," ujarnya.