Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo tidak setuju, bila koalisi beberapa partai jelang pilpres diartikan sebagai bagi-bagi kursi di antara anggota koalisi dalam sebuah pemerintahan. Pernyataan Pramono itu disampaikan menanggapi maraknya pernyataan banyak pihak bahwa koalisi identik dengan kegiatan bagi-bagi kursi atau bagi-bagi kue kekuasaan."Koalisi yang selama satu dekade (10 tahun) dilakukan Partai Demokrat adalah cerminan praktik demokrasi yang mengutamakan semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi persatuan kesatuan," kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (20/4).Pramono yang juga Mantan KSAD TNI itu menambahkan, Partai Demokrat kini masih terus mempelajari dinamika politik yang terjadi pasca pemilu legislatif. Yang mana hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh sejumlah lembaga survei sebelum pelaksanaan pemilu."Bahkan partai dengan perolehan suara terbanyak berdasarkan hasil hitung cepat saja tidak bisa mencalonkan Presidenya tanpa berkoalisi," sindir dia.Menurut Pramono berkoalisinya beberapa partai peserta pemilu bukan dalam rangka bagi-bagi kursi seperti yang dikumandangkan banyak pihak."Koalisi yang dijalankan Partai Demokrat selama ini adalah dalam rangka berbagi peran dan bersama melanjutkan pembangunan bagi kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia," jelas Pramono."Saya berharap koalisi partai-partai peserta pemilu tetap didasari dengan semangat bersama membangun bangsa," tutupnya.
Pramono Edhie sebut koalisi Demokrat bukan bagi-bagi kekuasaan
Partai Demokrat kini masih terus mempelajari dinamika politik yang terjadi pasca pemilu legislatif.
Rekomendasi