Fadli Zon: Lebih baik berpuisi daripada mencaci maki

"Kami juga mempersilakan jika pihak lain ingin membalas puisi atau pantun," kata Fadli Zon.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Fadli Zon: Lebih baik berpuisi daripada mencaci maki
Fadli Zon. ©2012 Merdeka.com

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan bahwa puisi–puisi yang dia buat bukan untuk menyindir menyerang pihak-pihak tertentu.Fadli pertama kali melontarkan puisi berjudul 'Air Mata Buaya' lalu dilanjutkan dengan puisi 'Ikan Merah Kerempeng' dan 'Sandiwara'."Saya justru heran dengan pihak-pihak yang merasa tersindir dengan puisi yang saya buat. Dalam puisi kita berbicara tentang nilai, bukan orang. Kita bicara tentang karakter dan nilai yang ditinggalkan. Ini adalah politik yang lebih substansi. Jika ada pihak yang merasa tersindir atau diserang, masyarakat dapat menilai sendiri," ujar Fadli Zon saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/4).Fadli mengatakan bahwa ia tidak ambil pusing dengan anggapan bahwa puisi– puisi yang dia buat justru akan menyerang balik Gerindra."Kami percaya diri dan sama sekali tidak khawatir dengan citra buruk. Kami merasa telah mencontohkan politik yang bermoral tinggi. Ini adalah bagian dari politik yang berbudaya," jelas Fadli."Menurut saya berpuisi jauh lebih baik daripada saling mencaci maki. Justru ini bisa menjadi kultur baru dalam politik, kami juga mempersilakan jika pihak lain ingin membalas puisi atau pantun. Dengan saling berpuisi justru dapat menjadi pendidikan politik baru dengan pendekatan sastra," tambahnya.Lebih lanjut, Fadli juga mengajak kepada seluruh elemen Partai Gerindra untuk terus bersemangat dalam berjuang menjelang Pemilu Legislatif yang tinggal beberapa hari lagi."Target kami untuk memenangkan Pemilu Legislatif dan mengusung pasangan capres dan cawapres sendiri tidak akan berubah. Berbagai upaya pemenangan terus kami jalankan untuk hasil yang terbaik," tandasnya.

Rekomendasi