Aher: Pasutri kampanye anak ditinggal di rumah lebih berbahaya

"Tentu harus dihindari karena undang-undang melarang itu, tetapi harus ditoleransi," kata Aher.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Aher: Pasutri kampanye anak ditinggal di rumah lebih berbahaya
Ahmad Heryawan. dok humas pemprov jabar

Bakal calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Heryawan atau dikenal dengan Aher menyatakan kalangan orangtua membawa anaknya untuk menghadiri kampanye harus ditoleransi. Dia beralasan akan lebih berbahaya jika anak ditinggal di rumah."Tentu harus dihindari karena undang-undang melarang itu, tetapi harus ditoleransi," kata Aher saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/3).Ia mengakui dalam aturan kampanye membawa anak-anak dilarang karena dapat membahayakan keselamatan terhadap anak tersebut.Namun, menurut dia ada pertimbangan lain yang lebih berbahaya jika orang tua yang mau menghadiri kampanye harus meninggalkan sendirian anaknya di rumah."Sekarang suami istri mau ikut kampanye dua-duanya tapi tidak punya pembantu, anak ditinggal di rumah lebih berbahaya," katan gubernur Jawa Barat itu.Menurut dia, kampanye melibatkan anak tidak dapat dihindari sehingga orangtua memilih membawa anaknya karena merasa lebih tenang dan terawasi."Demi taat aturan kampanye anak ditinggal di rumah. Akui saja ada pelanggaran kampanye, dan lebih bahaya lagi kalau anak ditinggal," katanya.Sementara itu, Aher menggelar kampanye terbuka PKS dan pencalonannya menjadi Presiden Indonesia 2014 dihadiri banyak massa PKS di lapangan Dadaha.Sebelum kampanye, Aher bersama tim suksesnya makan bersama makanan khas daerah Tasikmalaya Nasi Tutug Oncom atau TO di saung nasi TO Rahmat.

Rekomendasi