Menjelang pelaksanaan Pemilu 2014, kecenderungan terjadinya konflik diprediksi berubah. Bila sebelumnya pada pemilu 2009 konflik terjadi cenderung antarpartai, namun pada pemilu tahun ini konflik lebih besar akan terjadi antar calon legislatif internal sesama partai.Secara keseluruhan di Jakarta Utara ada 2.877 TPS yang tersebar di 6 Kecamatan se-Jakarta Utara. Sedangkan data yang dimiliki pihak kepolisian, 132 di antaranya teridentifikasi sebagai lokasi rawan.Wilayah yang rawan konflik tersebut yaitu di wilayah Tanah Merah Kecamatan Koja, Rorotan dan Kampung Sawah Kecamatan Cilincing serta Kapukmuara, Kecamatan Penjaringan."Kemungkinan terjadi pada saat perhitungan nanti. Karena para calon legislatif, berangkat dari pengalaman 2009 lalu, mewaspadai terjadinya pergeseran suara sesama internal partai," ujar Ketua Panwaslu Jakarta Utara Andi Ganyu, usai apel siaga pengamanan Pemilu di Jakarta Utara, Senin (3/2).Selain itu, Andi, juga menuturkan, bahwa perubahan kotak suara yang kini terbuat dari kardus juga rawan rusak. Karena beberapa lokasi di Jakarta Utara seperti Kecamatan Penjaringan dan Kecamatan Kelapa Gading, menurutnya masih rawan genangan sehingga berpotensi menyebabkan kotak rusak dan membuat hasil pemilu dapat tercecer."Walaupun KPU mengklaim kotak tahan air tapi kan juga perlu dipikirkan jangan sampai terendam. Selain itu, beban kotak bila terisi mencapai 10 kg, bila ditumpuk kan juga berpotensi rusak," tukasnya.Sementara itu, Kapolres Jakarta Utara Kombes Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa pihaknya siap mengamankan jalannya pemilu. Sebanyak 1.700 personel dari kepolisian dan 500 dari unsur TNI siaga lakukan pengamanan."Untuk TPS yang tergolong aman, kita siapkan 2 polisi yang mengawasi 8 TPS. Sedangkan untuk yang masuk kategori tidak aman kita tempatkan 1 Polisi pertiga TPS," paparnya.Identifikasi kerawanan menurut Iqbal, didasarkan atas pertimbangan wilayah yang tergolong grey area, lokasi yang jauh dari Polres sehingga mobilisasi pasukan membutuhkan waktu serta basis-basis partai yang rawan gejolak. "Tapi Alhamdulillah di Jakarta Utara tidak ada TPS yang masuk kategori sangat rawan," tandasnya.
Pemilu 2014, konflik antarcaleg diprediksi meningkat
Pada Pemilu 2009 lalu, konflik yang paling sering terjadi adalah konflik antarparpol.
Rekomendasi