Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain tak mengkhawatirkan jika konstituen atau masanya bingung lantaran muncul 3 capres di partainya. Justru, kata Malik, perdebatan seputar calon presiden sengaja dibuka dan merupakan bagian dari demokrasi."Gak apa-apa ada perdebatan, dan perbedaan antara ketua umum Cak Imin dengan Sekjen Imam Nahrowi terkait siapa diusung. Kami yakin masa PKB tidak akan bingung dengan hal ini. Ini bagian dari demokrasi," ujar Malik saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (20/12).Selain itu, Malik juga menampik jika di internal PKB dianggap tidak kompak. Lantaran Cak Imin lebih condong memberikan dukungan terhadap Rhoma Irama sebagai capres dibandingkan kepada Mahfud MD atau Jusuf Kalla.Setiap calon, lanjut Malik, tentunya memiliki masa pendukung masing-masing dan perlu diingat bahwa capres PKB secara resmi belum diputuskan. Malik menegaskan, justru dengan adanya perdebatan siapa yang bakal diusung secara resmi menjadi capres PKB tentu nanti akan menghasilkan calon kredibel dan berkualitas"Ini dinamika politik yang setiap saat selalu berkembang. Sah-sah saja mendukung Rhoma, mendukung Mahfud atau mendukung JK. Semuanya akan diputuskan dalam forum besar setelah Pileg 2014 dan mekanismenya disepakati semuanya," ujar Anggota Komisi II DPR itu."Perbedaan calon merupakan bagian dari demokrasi dan dinamika. PKB sudah terbiasa terhadap perbedaan capres, dan ini bukan sesuatu yang gawat. Rhoma sudah final, Mahfud juga final dan Pak JK sudah final juga. Masa PKB gak usah bingung," tuturnya.Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan telah final mengusung Rhoma Irama sebagai Capres 2014. Tak kalah dengan Cak Imin, Sekjen PKB Imam Nahrowi bersama DPW PKB Jawa Tengah lebih condong dukungannya terhadap Mahfud MD sebagai capres. Sudah barang tentu dengan hal ini tampak di internal PKB tidak kompak. Sehingga suara PKB dianggap sejumlah kalangan akan pecah dan jauh dari kesolidan.
Cak Imin condong ke Rhoma, PKB tak khawatir suaranya terbelah
Sementara itu, Sekjen PKB Imam Nahrowi bersama PKB Jawa Tengah lebih condong mendukung Mahfud MD.
Rekomendasi