Adhie Massardi, mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, yang juga pendiri Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ikut mengkritisi tren menteri yang mundur karena ikut konvensi capres melalui Partai Demokrat. Menurutnya, menteri atau jabatan setingkatnya yang mundur hanya karena ikut konvensi sangat bodoh dan tidak cerdas.Menurut Adhie, mereka yang memilih lepas dari jabatan formalnya sudah kehilangan akal sehat dan intelektualitas. Salah satu anak buah SBY, yang dikabarkan bakal mundur karena ikut konvensi adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan."Karena kalau dia (Gita Wirjawan) benar-benar ingin menjadi presiden, ingin memperbaiki nasib bangsa ini, seharusnya dia tetap menjadi menteri perdagangan," kata Adhie kepada merdeka.com, Senin (23/9).Dia menambahkan, untuk menjadi calon presiden harusnya Gita tetap profesional dan maksimal dalam bekerja. Apalagi saat ini, Indonesia sedang mengalami sejumlah masalah salah satunya harga kedelai yang menanjak naik."Seharusnya mundur dari konvensi dan bekerja sebaik-baiknya sebagai menteri dan melawan mafia import pasti rakyat akan senang dan mungkin dia akan mengungguli Jokowi, dengan dukungan rakyat," jelasnya.Menurutnya, pilihan Gita mundur akan memperburuk karirnya dan tak layak dipilih dari presiden. Sebab ditakutkan hal itu akan terjadi jika kelak dia terpilih jadi presiden, mundur tiba-tiba dan meninggalkan tanggung jawab."Akibatnya tidak berbuat apa-apa, malahan meninggalkan tanggung jawabnya. Jadi kelihatan dia meninggalkan tanggung jawab untuk menjadi presiden. Berarti saat jadi presiden bisa jadi dia meninggalkan kekuasaan dan tanggung jawabnya," tandasnya.Sebelumnya, Kementerian Perdagangan membantah kabar mundurnya Gita Wirjawan dari jabatan menteri dan sudah mengirimkan surat secara tertulis kepada Presiden SBY. Kemendag menyatakan, Gita hanya menyampaikan izin secara lisan kepada Presiden SBY."Tidak benar berita bahwa Mendag Gita Wirjawan telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden RI," ujar Kepala Pusat Humas Kemendag Arlinda Imbang Jaya melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (22/9).Arlinda mengatakan, izin pengunduran diri itu disampaikan Gita secara lisan kepada Presiden dengan pertimbangan adanya kekhawatiran terkait konflik kepentingan selama menjalankan tugas sebagai menteri dan sebagai peserta konvensi."Yang benar adalah beliau menyampaikan secara lisan kepada Presiden RI untuk mempertimbangkan apabila terjadi benturan kepentingan yang diakibatkan oleh konvensi Partai Demokrat, maka Mendag bersedia mengundurkan diri apabila diminta oleh Presiden RI," kata dia
Adhie Massardi sebut Gita bodoh jika mundur dari menteri
Melalui humas Kemendag, Gita menegaskan dirinya tak pernah berniat mundur apalagi sampai berkirim surat ke SBY.
Rekomendasi