Presiden PKS Anis Matta belakangan ini rajin melakukan safari politik. Senin (3/6) kemarin malam giliran Anis bertemu dengan 300 kiai se-Madura di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabupaten Sampang. Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono."Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat," kata Anis di hadapan para kiai.Menurut Anis, warga di Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, tandas Anis, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai."Indonesia sekarang menjadi model sebab di tengah banyaknya mazab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai," ujar Anis.Selain berdialog tentang kondisi umat Islam Indonesia dan dunia, beberapa kiai dan tokoh masyarakat Madura bertanya ke Anis Matta soal kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Anis menjawab, kasus itu murni persoalan pribadi Luthfi."Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," terang Anis.
Kiai Madura tanya kasus Luthfi Hasan ke Anis Matta
Anis Matta telah bertemu dengan 300 kiai di Madura.
Advertisement
Rekomendasi