Resmi dilengserkan oleh Fraksi PKB, mantan anggota DPR Effendi Choirie (Gus Choi) mengaku sedih harus meninggalkan gedung DPR yang sudah dia diami selama 13 tahun lebih. Namun dia berjanji akan tetap berbuat demi kemajuan bangsa dan negara.Gus Choi mengatakan, sejak era reformasi dirinya sudah duduk di DPR, namun bukan sebagai politisi tetapi sebagai aktivis yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto pada tahun 1998 silam."Saya di DPR sejak 1999, saya dulu ikut tidur di gedung ini ketika demonstrasi bersama mahasiswa, saya sebagai aktivis dan wartawan, lalu mahasiswa dan aktivis bergembira karena berhasil menumbangkan rezim otoriter Soeharto. Saya salah satu wartawan dan aktivis yang memperoleh berkah reformasi bisa jadi anggota DPR selama 13,5 tahun ikut bertanding 3 pemilu," kata Gus Choi saat jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/3).Dia bercerita, selama 3 periode menjabat sebagai anggota legislatif dirinya sudah merasakan berbagai gelombang dan dinamika politik. Dia pun merasa bersyukur akan hal itu."Aktivis yang ikuti gelombang dan dinamika politik, kita syukuri tentu di antara ini ada yang mengikuti proses itu," tutur dia.Namun demikian, Gus Choi merasa pemecatan ini tidak serta merta membuat dirinya patah arang. Bahkan, dia mengaku bahagia karena sudah bebas dari rezim yang dia anggap justru menutupi keburukan.Dia pun berjanji, meski sudah tidak menjadi politisi di partai yang dia dirikan, Gus Choi akan tetap kritis demi kemajuan bangsa dan negara."Mulai rabu yang lalu resmi saya diberhentikan atau di PAW, saya merasa berbahagia tetap terhormat merasa kehormatan tidak hilang, masih punya jati diri, tetap punya karakter untuk tetap kritis terhadap keadaan situasi, rezim yang kita anggap tidak terlalu lurus, oleh karena itu ketika saya di PAW saya masih senang bangga, yang hilang hanya jabatan, gaji, status, tapi kehormatan karakter dan jati diri tetap," tandasnya.
Cerita Gus Choi 13 tahun jadi anggota DPR
Effendi Choiri dipecat bersama Lily Wahid oleh Fraksi PKB karena dianggap berseberangan dengan kebijakan partai.
Advertisement
Rekomendasi