Rasyid Rajasa ikut jadi penyebab jebloknya elektabilitas PAN

Hatta Rajasa tidak bisa mendongkrak partai, meskipun digadang-gadang berhasil membawa perekonomian Indonesia naik 6 %.

Muhammad Mirza Harera
Oleh Muhammad Mirza Harera - Reporter
Rasyid Rajasa ikut jadi penyebab jebloknya elektabilitas PAN
Sidang perdana Rasyid. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Partai Amanat Nasional (PAN) yang didirikan oleh Amien Rais kini semakin terseok-seok. Bahkan sejumlah lembaga survei menyebut kemungkinan PAN tidak akan lolos dalam parliamentary treshold (PT) sebesar 3,5 persen.Survei terbaru yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Jakarta (LSI) menyebut bahwa partai yang digawangi Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini hanya memperoleh dukungan 2,5 dari masyarakat. Lalu apa penyebab PAN terus merosot?"Hatta Rajasa tidak bisa mendongkrak partai, meskipun digadang-gadang berhasil membawa perekonomian Indonesia naik 6 persen tapi nyatanya masih banyak orang miskin," ujar Peneliti Senior LSJ Igor Dirgantara saat jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).Namun bukan sekadar hal rakyat miskin yang membuat elektabilitas PAN rendah. Kasus kecelakaan maut yang melibatkan anak bungsu Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa juga jadi penyebab pamor PAN terus menurun."Ditambah lagi kasus Wa ode (tersangka korupsi), lalu anaknya (Hatta) yang nabrak orang tapi tidak dihukum, orang-orang jadi tidak percaya sama dia," terangnya.Tidak hanya PAN, partai berbasis massa Islam seperti PKS, PPP dan PKB juga jeblok. Ketiga partai tersebut tidak jauh dengan PAN yang juga memperoleh dukungan di bawah batas minimal yakni 3,5 persen.Sebelumnya LSJ merilis hasil survei yang dilakukan pada 9-15 Februari 2013 dengan 1.225 responden yang tersebar di 33 propinsi. Survei tersebut dilakukan dengan teknik wawancara kuesioner dan memiliki margin of error sebesar 2,8 persen.Berikut perolehan suara parpol versi LSJ jika Pemilu digelar hari ini:1. Partai Golkar: 18,5 persen

2. PDI Perjuangan: 16,5 persen

3. Partai Gerindra: 10,3 persen

4. Partai Demokrat: 6,9 persen

5. Partai Hanura: 5,8 persen

6. Partai NasDem: 4,5 persen

7. PKS: 2,6 persen

8. PAN: 2,5 persen

9. PPP: 2,4 persen

10. PKB: 1,8 persen

Undecided voters: 28,2 persen

Rekomendasi