Ketika hasil survei jadi alat untuk melengserkan Anas

Elektabilitas Demokrat yang anjlok berdasarkan hasil survei SMRC membuat elite partai gerah.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Ketika hasil survei jadi alat untuk melengserkan Anas
Anas ke KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Tak seperti biasa, survei jebloknya Partai Demokrat langsung direspons cepat oleh para elite partai penguasa itu. Cuma berselang tiga jam setelah hasil riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dirilis, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik, langsung menggelar jumpa pers di kediamannya, Bintaro, Tangerang.Pernyataan Jero dalam jumpa pers pun cukup mengejutkan. Kali ini dia tidak menyangkal hasil survei itu, melainkan mengamini hasil survei SMRC yang menyebut suara Demokrat tinggal bersisa 8,3 persen, jauh di bawah Partai Golkar 21,3 persen, dan PDIP 18,2 persen."Ini membuat kami dan kader-kader di daerah gelisah," kata Jero kemarin.Tidak hanya itu, menteri ESDM itu juga mempunyai alasan kenapa suara Demokrat turun. Dengan gamblang, dia menyebut korupsi adalah penyebabnya."Karena ada kader Demokrat yang korupsi, Nazaruddin dan Angie, dua itu yang jelas masuk," ujarnya tentang dua kader yang telah divonis korup itu.Bukan hanya Nazar dan Angie yang dituding sebagai penyebab jebloknya suara Demokrat. Jero juga menilai pemberitaan pers yang buruk terhadap Ketua Umum Anas Urbaningrum menjadi salah satu penyebabnya."Mas Anas tengah jadi bulan-bulanan pers. Sekarang kan statusnya masih antara ya dan tidak terlibat di Hambalang. Heboh," kata politikus asal Bali ini. "Anas sebagai sandera politik 2014."Oleh karena itu, Jero dan beberapa kader elite Partai Demokrat akan meminta Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk mengambil tindakan penyelamatan partai. Ditanya apakah berarti Anas harus mundur, Jero menjawab diplomatis."Terserah komandan (SBY). Ada banyak pasal yang mengatur tentang ini," jawab Jero.

Rekomendasi