Pekan depan, BK sidang kasus video porno anggota DPR

Pertengahan 2012 lalu, beredarnya kasus video porno yang diduga diperankan oleh politikus PDIP Margareth Natasha.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Pekan depan, BK sidang kasus video porno anggota DPR
pornografi. shutterstock

Kasus video porno yang diduga diperankan oleh Anggota Komisi IX DPR Karolin Margret Natasa terkesan mangkrak dan tidak ada penyelesaiannya di Mabes Polri. Oleh karena itu, Badan Kehormatan (BK) DPR berencana kembali menggelar sidang untuk membahas kasus ini minggu depan.Anggota BK DPR Ansory Siregar menegaskan, BK akan kembali menggelar sidang kode etik kepada pihak-pihak terkait yang diduga sebagai pemeran video porno tersebut."Minggu depan video porno, BK masih akan memanggil kembali, nanti akan dirapatkan kembali, kita juga mau mendapatkan bukti yang lain," jelas Ansory di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/1).Namun, pihaknya enggan membeberkan secara rinci siapa saja yang akan dipanggil dalam pemeriksaan lanjutan terkait kasus video porno ini."Bisa saja, dari anggota dewan, atau pelaku, atau pakar. Yang jelas kita tidak mau memutuskan yang tidak jelas, kita harus mempunyai bukti-bukti yang akurat," imbuhnya.Dia merasa yakin kasus ini bisa dituntaskan oleh BK. Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada BK."Serahkan ke BK aja," tandasnya.

Mabes Polri angkat tangan soal video porno mirip Karolin
5 Fakta menghebohkan tentang industri film porno Jepang

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pertengahan tahun lalu, masyarakat dikejutkan dengan beredarnya kasus video porno yang diduga diperankan oleh Politisi asal PDI Perjuangan Karolin Margret Natasa.BK DPR sendiri sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Mabes Polri. Namun, hingga kini kasus tersebut seperti hilang ditelan bumi. Karena itu, agar kasus ini jelas, BK DPR akan kembali gelar sidang kode etik terkait kasus ini minggu depan.Karolin sendiri sudah berkali-kali membantah bahwa wanita yang memerankan video mesum itu adalah bukan dirinya.

Rekomendasi