Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung mengakui salah dalam penyampaian materi sosialisasi, yang sudah disiarkan dalam beberapa radio. KPU pun menyampaikan permohonan maafnya.
"Kami akui keliru, tapi kami langsung perbaiki dan klarifikasi. Jadi yang sempat muncul sudah kami perbaiki," ujar Ketua Pokja Sosialisasi KPU Kabupaten Bandung, Atip Tartiana, di Kantor KPU Jabar, Jumat (11/1).
Dia mengaku itu kesalahan yang fatal dan diperoleh atas ketidakcermatan dalam pelaksanaannya, sehingga ada beberapa pihak yang dirugikan. "Kami akui itu. Tentu saja ini kami langsung meminta maaf," ujarnya.
Seperti diberitakan, KPU Kabupaten Bandung sempat membuat iklan sosialisasi Pilgub Jabar di beberapa radio swasta.
Ketika menyebut pasangan Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana, dalam iklan disebut nama Dede sebagai Yusuf Macan Effendi. Padahal nama seharusnya lengkap Dede Yusuf Macan Efendi.
Selain itu, Gerindra juga tidak disebutkan sebagai partai pengusung pasangan ini. Padahal, pasangan nomor urut 3 ini diusung empat partai yakni Demokrat, PAN, PKB, dan Gerindra.
Sebelumnya juga pernah, KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) salah mencantumkan nomor urut. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang seharusnya nomor 5, malah ketukar dengan nomor urut Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana nomor 3.
Sementara Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat menyatakan hal serupa. Dia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan.
"Tapi kesalahan itu bukan kesalahan yang disengaja, apalagi direncanakan. Itu betul-betul kesalahan yang sifatnya kurang cermat," katanya.
KPU Jabar sudah melakukan teguran keras kepada KPU KBB maupun kepada KPU Kab Bandung. Menurut Yayat, Kedua KPU tersebut juga sudah berupaya melakukan permohonan maaf secara resmi kepada masing-masing pasangan calon.
Menanggapi somasi yang akan dilakukan tim sukses Dede-Laksamana melalui koalisi 'Babarengan' dia mengaku siap menghadapi. Namun begitu dia berharap ini tidak diperpanjang apalagi menempuh jalur hukum. Sebab kesalahan tidak disengaja.
"Kita siap, tapi kita ingin semua di tempuh melalui jalur kekeluargaan, ini tidak ada unsur kesengajaan," ungkapnya.