Alasan ketidakhadiran Anas dalam forum komunikasi pendiri dan deklarator partai Demokrat semakin tidak jelas. Bila sebelumnya Sutan Bathoegana menyebut Anas tidak hadir karena telat menerima undangan, kini pernyataan berbeda dikeluarkan oleh ketua Fraksi Demokrat di Senayan Nurhayati Ali Assegaf.Menurut Nurhayati, Anas memang sengaja tidak datang lantaran mengurusi masalah partai. "Pak Anas tidak hadir saya paham, karena dia juga harus memastikan apa yang ada di DPP harus berjalan dengan benar," ujar Nurhayati kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/6).Nurhayati mengaku jika dirinya juga diundang dalam pertemuan tersebut, namun dia memilih tidak datang karena sedang sibuk mengurusi fraksi."Saya tidak hadir karena tugas saya adalah ketua fraksi. Tapi arahan itu bukan perintah karena FKPD bukan forum resmi Partai Demokrat," jelas Nurhayati.Menurut Nurhayati, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tidak memerintahkan untuk hadir. "Karena Pak SBY sama sekali tidak memerintahkan saya untuk hadir," ujar Nurhayati."Memang seyogyanya ketika Pak SBY berbicara di mana saja sebagai kader memang harus hadir, tapi untuk yang kemarin tidak harus karena saya Ketua Fraksi melakukan fungsi-fungsi kedewanan yang sedang saya pimpin. Saya harus memastikan bahwa fungsi kedewanan harus berjalan dengan benar, makannya saya tidak hadir," katanya.Sebelumnya Anas yang menggelar jumpa pers usai nonton bareng film Soegija di Plasa Senayan, enggan menjawab langsung pertanyaan mengenai ketidakhadirannya di forum pendiri dan deklarator partai Demokrat. Anas justru melempar pertanyaan tersebut kepada Ketua DPP Sutan Bathoegana untuk menjawabnya.
"Kami undang Pak Anas, tetapi kalau datang harus undangan resmi ke tangan beliau. Kami sudah serahkan ke DPP, tetapi Pak Anas bilang belum terima," ujar Sutan yang mendampingi Anas nonton bareng film Soegija di Plasa Senayan, Jakarta, Jumat (15/6).Menurut Sutan, undangan tersebut diberikan kepada DPP Partai Demokrat beberapa hari sebelumnya. menurutnya undangan sempat beberapa kali diubah karena harus menyesuaikan dengan jadwal Presiden SBY."Saya kira undangan untuk Pak Anas terlambat saja datangnya. Subtansinya semua itu bukan dari datang tidak datang, kecuali kalau Pak SBY yang tidak hadir selesai semua," terangnya.