PTUN Surabaya menangkan Eddy Rumpoko, KPUD Kota Batu banding

Kamis, 20 September 2012 17:58 Reporter : Moch. Andriansyah
PTUN Surabaya menangkan Eddy Rumpoko, KPUD Kota Batu banding

Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya memutuskan pasangan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso, berhak maju di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Batu pada Desember 2012 mendatang. Namun, calon incumbent yang diusung PDIP dan sejumlah Parpol ini, belum bisa bernafas lega.

Hal ini lantaran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu, yang dijatuhi denda Rp 402 ribu oleh Hakim Esau Ngefak SH, MH, akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT). Hal ini ditegaskan Kuasa Hukum KPUD Kota Batu, Yunus Santoso seusai sidang putusan di PTUN, yang memenangkan pihak Eddy Rumpoko.

"Masih ada waktu 14 hari dan kami akan banding ke PT," katanya singkat, Kamis (20/9).

Atas pernyataan Yunus ini, Esau mempersilahkan pihak penggugat (KPUD) untuk banding jika keberatan dalam putusan sengketa Pemilukada Batu Malang. "Bagi pihak-pihak yang keberatan, silahkan melakukan upaya banding," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPUD Kota Batu telah mencoret nama pasangan Eddy Rumpoko dan Panjul Santoso untuk maju di Pemilukada 2012, dengan alasan tidak memenuhi syarat. Sebab, ijazah yang bersangkutan dinyatakan palsu. Namun, Majelis Hakim PTUN Surabaya, menggugurkan putusan KPUD Kota Batu, karena pihak kepolisian sudah menghentikan penyelidikannya terkait keterangan ijazah palsu yang dimiliki Eddy Rumpoko.

Dan Kamis siang tadi, sidang putusan yang dipimpin Hakim Esau Ngefak SH, MH menyatakan, yang bersangkutan sah dan berhak maju di Pemilukada Kota Batu. Dan memutuskan, KPUD Kota Batu wajib membayar denda Rp 402 ribu. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada
  2. PTUN
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini