Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa. Rapat penting ini berfokus pada pembahasan perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan berbagai universitas terkemuka di Inggris Raya.
Pembahasan utama dalam ratas tersebut adalah inisiatif Presiden Prabowo untuk membangun sepuluh kampus baru. Kampus-kampus ini akan mengkhususkan diri pada bidang kesehatan serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) melalui kolaborasi strategis dengan universitas ternama dari Inggris Raya.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli di sektor-sektor krusial. Mendiktisaintek Brian Yuliarto melaporkan bahwa rencana kerja sama tersebut telah mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra Inggris.
Advertisement
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, untuk membahas kelanjutan kerja sama pendidikan RI-Inggris. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Fokus utama rapat adalah perkembangan inisiatif Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus baru. Kampus-kampus ini akan berfokus pada bidang kesehatan dan STEM, yang sangat vital bagi kemajuan bangsa.
Kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya menjadi strategi utama dalam mewujudkan pembangunan kampus-kampus ini. Mendiktisaintek Brian Yuliarto secara spesifik melaporkan bahwa inisiatif Presiden Prabowo ini telah mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra di Inggris.
Advertisement
Advertisement
Rencana pembangunan 10 universitas baru ini pertama kali dikemukakan oleh Presiden Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, pada Selasa (20/1) sebelumnya. Universitas-universitas tersebut akan berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Pembangunan institusi pendidikan tinggi ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga medis dan dokter di Indonesia. Presiden Prabowo menyatakan, “Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun.”
Oleh karena itu, pembangunan kampus-kampus ini dianggap sebagai “sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis.” Presiden juga menyampaikan keinginan pemerintah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka Inggris dalam pendirian universitas-universitas baru ini.
Advertisement
Presiden Prabowo optimistis bahwa universitas-universitas baru yang akan dibangun oleh pemerintah ini sudah bisa menerima mahasiswa pada tahun 2028.
Advertisement
Presiden Prabowo menginginkan universitas-universitas baru yang akan dibangun nantinya menerapkan standar pendidikan tinggi yang setara dengan Inggris. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.
Kepala Negara menyampaikan bahwa universitas-universitas baru tersebut akan menerima lulusan-lulusan terbaik dari seluruh Indonesia. Para mahasiswa terpilih ini akan menerima beasiswa penuh dari pemerintah, memastikan akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan finansial.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk menerima dosen dan profesor dari luar negeri. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar dan transfer pengetahuan di lingkungan akademik.
Advertisement
Presiden mengemukakan perlunya kerja sama semacam itu untuk mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews