Prabowo tegur Waketum Gerindra Arief Poyuono karena bilang PDIP PKI

Rabu, 2 Agustus 2017 11:26 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Prabowo tegur Waketum Gerindra Arief Poyuono karena bilang PDIP PKI surat permintaan maaf Waketum Gerindra Arief Poyuono ke Mega. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan Ketua Umum Prabowo Subianto akan menegur Arief Poyuono karena ucapan yang mengaitkan PDIP dengan PKI. DPP pun akan segera memanggil Arief dan dimintai tanggungjawab atas ulahnya.

"Pasti akan ditegur dan akan diundang DPP serta bakal menjalani sidang etik di partai," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8) malam.

Fadli menyebut tudingan Arief murni sikap pribadi bukan atas nama Partai Gerindra. Prabowo, kata Fadli, meminta dirinya untuk membantu mengklarifikasi tudingan Arief kepada PDIP agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan Prabowo dan beliau juga menyampaikan hal yang sama bahwa apa yang dinyatakan terkait PDIP itu sikap pribadi dan sama sekali bukan sikap partai," tegasnya.

Menurutnya, Partai Gerindra sangat menghormati PDIP sebagai mitra bukan musuh dalam berdemokrasi. Masalah persaingan di Pemilu, lanjut Fadli, tak lantas mengharuskan Gerindra melempar tudingan seperti itu kepada PDIP.

"Kita sangat menghormati setiap parpol berjuang untuk kepentingan rakyat, yang jumlahnya sangat besar dan banyak sehingga kita tak melihat parpol lain sebagai musuh tetapi mitra dalam demokrasi. Kalau ada kompetisi ya wajar lah dalam pemilu misalnya," pungkasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono berkirim surat kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Surat tertanggal 1 Agustus 2017 itu berisi permintaan maaf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya.

Dia mengaku tidak bermaksud menyamakan PDIP dengan PKI. Dalam suratnya Arief menyebut PDIP sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai Pancasila serta memperjuangkan rakyat Indonesia.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP," tulis Arief dalam surat tersebut.

Surat itu ditandatanganinya dan diberi materai 6.000. Arief membenarkan surat tersebut. Dia mengaku surat itu ditulis sendiri olehnya, bukan karena adanya teguran dari petinggi Gerindra. "Iya saya buat saja sendiri," ujar Arief kepada merdeka.com, Selasa (1/8). [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini