Prabowo: Kondisi memprihatinkan, arah bangsa Indonesia sudah menyimpang

Rabu, 20 Juni 2018 12:55 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Prabowo: Kondisi memprihatinkan, arah bangsa Indonesia sudah menyimpang prabowo subianto. ©2018 Merdeka.com/facebook

Merdeka.com - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto memberikan pidato politiknya kepada seluruh kader Gerindra, Rabu (20/6) malam. Pidato itu disampaikan melalui live streaming Facebook kurang lebih selama tiga puluh menit.

Hingga Kamis (20/6), pidato Prabowo sudah diputar 165 ribu dan dibagikan oleh tiga ribu lebih netizen. Komentarnya video sudah lebih dari 13 ribu.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah bangsa Indonesia saat ini sudah melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Prabowo lebih menekankan kepada persoalan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

"Apa yang menjadi pusat perhatian Gerindra dari awal saya dan Gerindra melihat bahwa arah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini berada di arah dan alur yang salah. Saya berpandangan berkeyakinan bahwa sistem bernegara sistem politik dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? Menyimpang dari rencana dan rencana cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945," kata Prabowo.

Prabowo menilai, bangsa Indonesia saat ini tidak setia terhadap apa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, Pancasila hanya sekadar jadi jargon saja, tapi tidak diamalkan untuk membangun negeri ini.

Sebagai contoh, kata dia, Pancasila terdiri dari lima sila, tetapi sila-sila tersebut tidak mau dilaksanakan sungguh-sungguh. Salah satu bukti yakni terkait kekayaan Indonesia yang diklaim Prabowo justru dikuasai hanya oleh segelintir orang kaya di Indonesia. Bahkan menurut dia, kekayaan Indonesia diambil oleh negara lain digunakan untuk kepentingan bangsa lain.

"Saya tidak bermaksud untuk membahas dan berbicara tentang angka-angka ada saatnya, ada waktunya dan kami siap dengan data dan bukti," tegas Prabowo lagi.

Prabowo pun menyinggung keluhan pemerintah Jokowi-JK yang selalu bilang anggaran terbatas. Parahnya lagi, menurut Prabowo, Indonesia malah berutang untuk membayar gaji pegawai. Menurut dia, hal ini yang membuat rakyat Indonesia akan terus miskin.

"Ini adalah keadaan ekonomi yang tidak masuk akal, tidak ada lembaga keuangan di seluruh dunia berani minjamkan uang untuk biaya overhead gaji, secara ekonomi ini tidak masuk akal, tapi negara kita, bangsa kita, harus menerima kenyataan bangsa kita pinjam uang untuk bayar utang, untuk bayar gaji pegawai," tambah Prabowo.

Prabowo juga kembali menyinggung objek-objek vital negara seperti Bandara juga telah dikuasai oleh asing. Tapi sayang, dia tak mau menyebut detail apa maksud pidatonya tersebut.

Sumber-sumber ekonomi kita, lanjutnya, juga sudah lepas kendali dari penguasaan negara dan bangsa Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan Indonesia dalam keadaan lemah.

"Tentara lemah, Angkatan Udara, Angkatan Laut lemah, kekayaan kita diambil, kita merasa kondisi kita semakin memprihatinkan," jelas dia.

Dalam pidatonya itu, Prabowo juga menyinggung aksi pemerintah yang melakukan bagi-bagi Sembako. Menurut dia, hal tersebut tidak menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

"Sewaktu-waktu pihak berkuasa melakukan aksi-aksi untuk apakah bagi-bagi uang, bagi-bagi paket tertentu atau melaksanakan kebijakan populis, tapi pada hakekatnya ini tidak perkuat kedaulatan ekonomi kita," tutur dia.

Prabowo pun memberikan solusi bahwa kunci dari kedaulatan ekonomi adalah pasal 33 UUD 1945. Prabowo ingin pemerintah berpijak pada bunyi pasal tersebut yakni kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara. Karena itu, sejak awal dia menilai, bangsa Indonesia sudah salah arah.

"Ini kuncinya, karena ini menyimpang," kata Mantan Danjen Kopassus itu. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini