PPP balas sindir PKB, dari soal Cak Imin sampai menteri tak berprestasi

Rabu, 18 April 2018 18:21 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
PPP balas sindir PKB, dari soal Cak Imin sampai menteri tak berprestasi Rommy Cak Imin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernyataan Wasekjen PKB Jazilul Fawaid yang menyebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bubar jika tak mendukung Joko Widodo sebagai capres, mengundang reaksi. Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani membalas dengan menyindir PKB.

Arsul menyarankan Jazilul fokus mengurusi pencalonan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden Joko Widodo ketimbang mengurusi partai lain. Dia menyarankan PKB siap-siap dengan segala keputusan Jokowi jika Cak Imin tak dipilih Jokowi menjadi cawapres.

"Jadi daripada susah-susah memprediksi PPP mending dia menyiapkan diri untuk gembira atau menyiapkan diri untuk bersedih hati," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (18/4).

Apalagi, kata Arsul, Cak Imin disebut-sebut bakal patah hati bila tidak dipilih sebagai cawapres Jokowi.

"Kata Cak Imin kan kalau engga dipilih Jokowi patah hati. Yang penting kalau patah hati jangan lama-lama," ujarnya.

Arsul membalas tudingan yang menyebut PPP tak cukup memberikan kontribusi terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Dia balik bertanya sumbangsih PKB di pemerintahan.

"Emang kontribusi PKB apa selama pemerintahan Pak Jokowi? Menterinya mana sih yang ada di 10 besar? Menteri terbaik dari PKB kan enggak ada," tegas dia.

"Jadi kalau bicara kontribusi suruh bercermin dulu kontribusinya PKB apa ke pemerintahan gitu saja. Sudah jangan lama-lama nanti tambah marah saya," tambahnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyebut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) punya misi khusus selalu ingin dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menyebut Rommy tidak ingin partainya bubar karena tak lolos dalam ambang batas parlemen dalam Pemilu 2019. Sehingga, dia menduga segala upaya dilakukan oleh Rommy untuk mempertahankan eksistensi partainya.

"Karena enggak ada cara lain kecuali bersama Jokowi. Kalau enggak (bersama Jokowi) bubar itu PPP," kata Jazilul. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini