PKS usul pembagian kursi menteri diumumkan saat deklarasi capres-cawapres

Kamis, 5 Juli 2018 19:38 Reporter : Sania Mashabi
PKS usul pembagian kursi menteri diumumkan saat deklarasi capres-cawapres Mardani Ali Sera. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, pernah meminta Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno untuk mulai memikirkan pembagian kursi menteri. Dia mengusulkan 50 persen untuk partai dan 50 persen untuk profesional.

"Ya duduk aja bareng. Ayo gimana power sharingnya. Usul saya, jumlah kementerian potong, karena ini sangat tidak efisien. Kan 34 nah angka 25, 26 cukup. Atau 50 persen jatahnya profesional, monggo. Jadi 50 persen jatahnya parpol. Katakan 13, 14 ambil. Monggo dibagi dan fair kok," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7).

Menurutnya, pembagian kekuasaan ini harus juga dibahas dengan beberapa partai yang ingin mengusung Ketua Umum Partai Gerindra untuk jadi Calon Presiden 2019. Di antaranya PAN dan PBB kemudian juga dengan partai yang berencana bergabung yakni Demokrat dan PKB.

"Tempatkan sekarang yang mulai mendekat Gerindra PKS, PAN, PBB mau masuk, Demokrat sama PKB ini penjajakan. Tapi yang empat ini peluangnnya besar," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga mengusulkan pembagian menteri dibagi berdasarkan capres dan cawapres yang nantinya akan menjabat. Lanjutnya, capres kedapatan lima kursi sedangkan cawapres mendapatkan jatah tiga kursi yang selalu memegang peranan penting di Indonesia.

Mulai dari Kementerian Keuangan, tiga menko, Kemendagri, Kemenlu, Pertahanan, Mendikbud, MenkumHAM, hingga Menteri Kesehatan.

"Capres gampangkan, sekarang lima menteri cawapres 3 menteri jadi kalau PKS sudah ngambil cawapres berarti jatah tiga menteri PAN nambah, dan Sandi setuju untuk hal kayak begini," ucapnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini