Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PKS kecewa tak jadi cawapres Prabowo: Putus cinta itu biasa tapi perlu move on

PKS kecewa tak jadi cawapres Prabowo: Putus cinta itu biasa tapi perlu move on Menkominfo pimpin apel kesiapan lebaran 2013. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengaku kecewa kadernya tak dipinang Prabowo Subianto sebagai cawapres. Meski demikian, PKS legowo atas keputusan koalisi memilih Sandiaga Uno.

Partai pimpinan Sohibul Iman ini memang mendorong Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan ustaz Abdul Somad menjadi cawapres Prabowo. Dua nama itu juga hasil dari rekomendasi ijtima ulama yang didukung PKS.

"Kita berupaya solid lah, biasa kan PKS pun kalau soal kecewa, PKS itu kan sebenarnya kecewa gak diangkat jadi cawapres kan padahal hasil ijtima nama Habib Salim itu nomer 1. Cuma kan kita ingin memenangkan pertandingan ini," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Kini, PKS memilih sikap bijak untuk berjuang bersama dan mengutamakan kepentingan bangsa yang lebih baik.

"Menurut saya mungkin perlu move on aja ya untuk beberapa hari ini memang kecewa putus cinta itu biasa, tapi luar biasa itu move on segera saya kira," sambungnya.

Dia juga menampik, bahwa PKS cemburu melihat gabungnya Demokrat ke koalisi. Apalagi Demokrat disebut sebut jarang hadir dalam pertemuan elit koalisi Gerindra, PKS dan PAN. Demokrat juga selalu diundang jika ada agenda rapat.

"Gak tegang, biasa biasa aja, ada yang baper ada yang enggak, begini kalau takut dilamun ombak jangan berumah di tepi pantai, kalau takut jantung bergolak jangan masuk ke dalam partai," sindir legislator DPR RI ini.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP