Pesan Presiden Prabowo Subianto: Siswa Sekolah Rakyat Jangan Rendah Diri

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan inspiratif kepada siswa Sekolah Rakyat, menekankan pentingnya kepercayaan diri dan perjuangan negara untuk kesejahteraan rakyat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesan Presiden Prabowo Subianto: Siswa Sekolah Rakyat Jangan Rendah Diri
Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya pembenahan direksi BUMN secara menyeluruh menyusul kinerja yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan negara dan praktik tidak jujur, memicu pertanyaan tentang masa depan tata kelola perusahaan pelat merah. (AntaraNews)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru-baru ini mengungkapkan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pesan ini disampaikan saat kunjungan Presiden ke fasilitas pendidikan tersebut pada hari Senin. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi para siswa, terlepas dari latar belakang keluarga mereka.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo secara langsung berinteraksi dengan para siswa SRT 9, memberikan motivasi agar tidak merasa rendah diri. Beliau menegaskan bahwa pekerjaan orang tua, apapun itu, adalah mulia asalkan dikerjakan dengan jujur. Ini menjadi inti dari pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda di seluruh Sekolah Rakyat.

Kunjungan ini juga menjadi momen peresmian 166 Sekolah Rakyat lainnya di berbagai wilayah Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan. Pesan Presiden Prabowo ini bertujuan untuk menanamkan semangat juang dan optimisme di kalangan siswa.

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta para siswa Sekolah Rakyat untuk tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang keluarga. Beliau menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang belum ideal bukanlah kesalahan siswa atau orang tua mereka. Ini adalah tantangan bagi negara untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi seluruh rakyat.

"Kalau dia belum mampu bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi terbaik untuk semua rakyat. Tapi kita akan berjuang keras, kita berjuang keras supaya semua kekayaan negara akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden Prabowo, seperti disampaikan oleh Seskab Teddy. Pesan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden meyakini bahwa setiap pekerjaan, termasuk pekerjaan orang tua para siswa, adalah mulia jika dilakukan dengan kejujuran. Penekanan pada nilai kejujuran dan martabat kerja ini diharapkan dapat membentuk karakter positif pada diri siswa. Ini adalah bagian dari upaya membangun mentalitas yang kuat dan berintegritas sejak dini.

Pada Senin pagi di Kota Banjarbaru, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat negara meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 9. Presiden berkeliling melihat fasilitas, ruang-ruang kelas, hingga asrama, yang seluruhnya berada di bangunan milik Balai Besar Pendidikan, Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kemensos. Kunjungan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap fasilitas pendidikan.

Presiden Prabowo juga menemui para siswa yang berseragam lengkap dan sempat berinteraksi akrab. Para siswa tersebut mempersembahkan yel-yel kepada Presiden. Momen kebersamaan ini diperkuat ketika Presiden merapikan kerah baju dan letak topi para siswa, serta ikut menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" untuk salah satu siswa.

Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia. Sekolah-sekolah ini tersebar di 131 kabupaten/kota di 34 provinsi. Total 15.954 siswa yang tinggal di asrama, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan kini terakomodasi.

Pemerintah memiliki target ambisius untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Seskab Teddy menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan membangun 500 Sekolah Rakyat hingga akhir tahun 2029. Ini menunjukkan skala besar komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas.

Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara penting. Di antara mereka adalah Seskab Teddy, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Selain itu, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan lembaga terhadap program Sekolah Rakyat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi