Pengamat: Golkar Partai Tertua, Tapi Tiap Pemilihan Ketum Pasti Ada Gesekan

Sabtu, 14 September 2019 17:32 Reporter : Merdeka
Pengamat: Golkar Partai Tertua, Tapi Tiap Pemilihan Ketum Pasti Ada Gesekan airlangga di rapimda golkar sumut. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Analisis Komunikasi Politik Hendri Satrio mengatakan Partai Golkar menjadi partai tertua di Indonesia seharusnya menjadi 'orangtua' untuk partai lain. Namun, menjelang pemilihan umum seringkali terjadi gesek-gesekan dengan sesama kadernya.

"Ini memang lucu dan aneh partai Golkar, sebagai partai politik yang seharusnya sebagai orangtua, tetapi setiap kali mau pemilihan ketua umum, pasti adanya gesek-gesekan, saat ini tuh Golkar menuju sebuah ranah yang baru, harusnya hal seperti itu enggak terulang lagi sekarang," Kata Hendri Satrio dalam diskusi dengan tajuk Bursa Ketum Golkar, Kemana Istana Berlabuh? di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9).

Menurutnya, Partai Golkar saat ini sedang menuju ke dalam ranah yang mengikuti perkembangan jaman yang modern ini, tetapi sangat disayangkan karena ada isu-isu yang terjadi di luar partai menimbulkan adanya gesekan di dalam partai politik Golkar itu.

Hendri juga mengatakan konflik yang terjadi di dalam partai beringin ini sudah bukan lagi konflik lama, tetapi menjelang pemilihan ketua umum berlangsung kejadian seperti ini sering terjadi, "Harusnya partai beringin ini belajar dari kesalahan yang dulu-dulu, dan jangan diulangi lagi," ujarnya.

Adapun pengamatan Hendri gesek-gesekan timbul karena Ketum (Ketua Umum) partai Golkar tidak mempunyai kedekatan dengan Pak Presiden.

"Golkar kalau milih ketua itu, harus ada restu dari Presiden, kalo restunya bukan dari Presiden dan ada garis kekuasaannya, akan ganti-ganti ketua umum," kata Hendri.

Di lihat dari kacamata analisis komunikasi politik partai beringin memilih ketua umum yang segaris dengan Presiden Joko Widodo. Adapun dua nama kader ketua umum partai Golkar yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

"Saat ini pak Presiden masih viktif-viktif, tapi kalo menurut saya, lebih ke pak Airlangga," katanya.

Hendri mengatakan keahlian pak Jokowi adalah memilih menteri sebagai ketua umum partai dan dalam pemilihan ketua umum partai Golkar ini menteri yang dipilih.

"Kalau ada kader lain punya kemampuan yang bagus bisa aja terpilih, suatu saat menjadi ketua umum partai golkar," tutup dia.

Reporter Magang: Chicilia Inge [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini