PDIP Berpeluang Koalisi dengan Gerindra dan PKB dari pada KIB

Rabu, 3 Agustus 2022 00:05 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP Berpeluang Koalisi dengan Gerindra dan PKB dari pada KIB PDIP Resmi Daftar Pemilu ke KPU. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Peluang Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menambah anggota baru terbilang kecil. Menurut Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic International Studies (CSIS) Arya Fernandes, sebabnya koalisi baru telah bermunculan.

“Masing-masing partai di luar KIB sudah mulai terbentuk. Jadi saya melihat kecenderungan itu sepertinya, sepertinya agak susah ada partai baru masuk," kata Arya, Selasa (2/8).

Saat ini terlihat koalisi yang digawangi NasDem bersama Demokrat dan PKS. Sementara KIB sudah beranggotakan tiga partai yaitu Golkar, PPP dan PAN. "Lalu Gerindra dan PKB, mereka sudah ada komunikasi," ucap Arya.

Lebih lagi partai-partai punya kepentingan. Arya menuturkan, sulit melepaskan kepentingan partai kepada yang lain. Sehingga Arya memprediksi akan ada tiga sampai empat koalisi jelang Pemilu 2024.

"Sekarang kita mencermati proses koalisi, belum bisa sepenuhnya akurat prediksinya, akan terbuka sekali," ujar Arya.

Arya menilai, yang menarik PDIP akan berkoalisi dengan siapa. Ia menduga lebih terbuka peluang PDIP berkerjasama dengan Gerindra dan PKB, ketimbang KIB.

"Saya duga sih PDIP akan berkoalisi dengan akan melakukan kongsi. Dengan politik kita yang majemuk, PDIP dia nggak mungkin maju sendiri, pasti akan berkoalisi juga, meskipun dia bisa sendiri." jelas Arya.

2 dari 2 halaman

Sedangkan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, KIB saat ini berada pada situasi terbuka. Peluang dan kesempatan untuk mendapatkan mitra baru setara dengan peluang kehilangan mitra partai politik (parpol) yang saat ini sudah ada dalam gerbong KIB.

"Situasi saat ini, masih terbuka lebar peluang perubahan koalisi termasuk di KIB, adanya peluang mendapat mitra, itu setara dengan peluang kehilangan mitra atau bubar," jelas Dedi.

Partai yang paling mungkin bergabung dengan KIB justru NasDem. Terlihat cara pandang NasDem mirip dengan Golkar.

"Mitra strategis yang mungkin bisa sejalan dengan KIB adalah Nasdem, mengingat Nasdem punya cara pandang politik mirip dengan Golkar, juga karena belum adanya tokoh potensial yang muncul dari Nasdem," jelasnya.

Dedi mengatakan parpol yang tengah didekati KIB yakni Demokrat dan PKS justru berada pada lain gerbong. Bahkan keduanya berpotensi untuk menarik partai lain untuk bergabung.

"Sementara Demokrat dan PKS cukup sulit didekati, setidaknya selain karena saat ini berbeda gerbong, juga karena Demokrat punya tokoh potensial. Dua partai ini lebih mungkin menarik anggota baru, dibanding menjadi anggota koalisi yang sudah ada," jelasnya.

Namun, tidak mudah bagi KIB memikat NasDem ke dalam gerbong Golkar, PAN dan PPP. Sebab Ketum NasDem Surya Paloh mempunyai karakter politik sendiri.

"Tetapi Nasdem pun tidak mudah bergabung, mengingat Surya Paloh punya karakter politik yang kuat. Terlebih Nasdem sudah miliki pilihan, misalnya yang diumumkan terdahulu yakni Anies Baswedan, juga Andika Perkasa," jelas Dedi.

Hingga saat ini, KIB belum juga mengumumkan capres yang bakal diusung. Hal itu dinilai sebagai kondisi KIB saat ini belum cukup kuat.

"Sepanjang koalisi belum miliki tokoh terusung, atau setidaknya miliki tokoh yang kuat, maka koalisi itu dipastikan masih lemah, karena mereka hanya punya komunitas tanpa pengikat yakni tokoh terusung itu," pungkas Dedi. [ded]

Baca juga:
Zulhas Ajak Milenial jadi Caleg: Jadikan PAN Alat Perjuangan Politik Bangun Demokrasi
Demokrat Respons PDIP: Partai Berkuasa Tak Jaminan Jadi Pemenang Pemilu
PKN Siapkan Tempat Terbaik Buat Anas Urbaningrum Usai Bebas dari Sukamiskin
Siap Daftar jadi Calon Peserta Pemilu 2024, PKN: Partai Baru, Pilot Berpengalaman
Bamsoet Tak Masalah Pilpres 2024 Hanya Dua Capres: Kita Harus Dewasa Berpolitik
Golkar Jatim Ingin Duetkan dengan Airlangga di 2024, Ini Kata Khofifah
Bamsoet Tegaskan Dukung Airlangga Capres Golkar 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini