Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PAN merasa dianggap penting untuk gabung ke koalisi Jokowi

PAN merasa dianggap penting untuk gabung ke koalisi Jokowi Yandri Susanto. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Selasa (7/8). Sebelum pertemuan kemarin mereka, juga sempat beberapa kali bertemu.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai, dari sederet pertemuan itu, PAN merasa dianggap penting untuk bergabung ke koalisi Jokowi.

"Jadi memang kelihatan Pak Jokowi menganggap PAN itu sangat penting masuk ke koalisi Pak Jokowi," kata Yandri di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Yandri menjelaskan, penilaian itu karena PAN tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Termasuk dengan PDI Perjuangan. Namun, dalam hal Pilpres 2019, PAN punya pilihan politik sendiri.

"Tapi sekali lagi PAN itu dalam mengambil keputusan itu tentu bertanya kepada orang-orang yang langsung terkait di partai PAN ya itu tadi struktur partai sampai ke bawah, konstituen PAN, para ulama kemudian ada dewan kehormatan ada MPP, ada sayap PAN. Dan Bang Zul selalu jelaskan itu dengan Pak Jokowi," ungkapnya.

Sebelumnya, Yandri sempat mengungkapkan, Zulkifli Hasan bertemu Jokowi untuk menyampaikan kemungkinan PAN tidak akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Sebab besok (7/8) PAN akan menggelar Rakernas.

"Ya mungkin Bang Zul, kalaupun menyampaikan itu, menyiapkan peta di PAN ya, karena besok lusa ada Rakernas pasti mengambil keputusan. Keputusan itu bisa jadi tidak bersama sama Pak Jokowi, mungkin Bang Zul akan menyampikan itu juga," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8).

Menurut Yandri mengatakan, saat ini arah PAN di pilpres hampir jelas. Serta condong untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP