Nama Khofifah di Lintasan Pemilu 2024

Rabu, 25 Januari 2023 08:02 Reporter : Supriatin
Nama Khofifah di Lintasan Pemilu 2024 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Pilpres 2024 kian dekat. Pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dibuka Oktober tahun ini. Tersisa sembilan bulan saja bagi partai politik untuk menentukan capres dan cawapres pilihannya.

Partai politik kini gencar mengincar sejumlah sosok untuk masuk gelanggang Pilpres. Salah satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dia dianggap layak menjadi cawapres.

Khofifah dinilai punya basis massa yang besar. Selain bisa mengamankan suara di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 30 juta jiwa, Khofifah dianggap mampu menggalang dukungan di internal Nahdlatul Ulama (NU).

Khofifah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU selama 20 tahun atau empat periode kepengurusan. Anggota Muslimat NU diperkirakan mencapai 32 juta orang di seluruh Indonesia.

NasDem merupakan salah satu partai yang memperhitungkan nama Khofifah sebagai cawapres. Mantan Menteri Sosial itu akan dipasangkan dengan Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan sebagai capres sejak 3 Oktober 2022.

"Ibu Khofifah menjadi salah satu figur yang diperhitungkan (sebagai cawapres) pastilah," kata Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali, Selasa (24/1).

Sebelum NasDem, Golkar dan Gerindra rupanya telah mendekati Khofifah. Pada Kamis 13 Januari 2022, Ketum Golkar Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Khofifah. Namun, Airlangga membantah pertemuan itu membahas Pemilu 2024.

Dia mengaku hanya menjalin silaturahmi dengan Khofifah. Keduanya pernah berada dalam komisi yang sama saat menjabat anggota DPR RI.

"Di Pemilihan Gubernur lalu, Golkar juga mengusung Khofifah-Emil Dardak. Jadi memang komunikasinya baik. 2024 juga masih agak jauh," kata Airlangga.

Tiga bulan kemudian atau pada 4 Mei 2022, Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi Kantor Gubernur Jawa Timur. Saat itu, tepat satu hari setelah Lebaran Idulfitri.

Prabowo yang didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad melakukan pertemuan tertutup dengan Khofifah.

"Kebetulan saya sedang berada di Jatim sowan kepada tokoh-tokoh di sini dalam rangka lebaran, menjenguk sahabat-sahabat lama saya. Saya merasa perlu sowan ke Ibu Gubernur Khofifah," kata Prabowo usai pertemuan.

2 dari 4 halaman

PKS Dukung Anies-Khofifah

PKS menyambut baik bila Khofifah dipasangkan dengan Anies di Pilpres 2024. Khofifah dinilai mewakili segmentasi banyak kalangan yang dapat melengkapi Anies menuju kemenangan.

"Cocok kok (Anies-khofifah). Mewakili segmen emak-emak, mewakili kaum Nahdiyin, mewakili orang Jawa, mewakili orang terpelajar," kata Juru Bicara (Jubir) PKS Ahmad Mabruri.

Dia berharap, Anies dan Khofifah berjodoh. Sehingga partai yang tengah menjajaki koalisi perubahan di antaranya PKS, Partai Demokrat, dan PKS segera menentukan sikap dalam mengusung pasangan capres dan cawapres.

"Mudah-mudahan berjodoh," ucap Mabruri.

3 dari 4 halaman

Ditolak Demokrat

Demokrat menolak bila Khofifah yang dipilih menjadi cawapres Anies. Menurut partai berlambang mercy itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang cocok mendampingi Anies di Pilpres 2024.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengingatkan agar sosok yang diusulkan jadi cawapres mempertimbangkan prinsip kemenangan di Pemilu 2024. Salah satunya dilihat dari elektabilitas.

"Pemilihan capres cawapres harus didasarkan pada penilaian yang obyektif dengan mempertimbangkan aspirasi dan dukungan rakyat yang antara lain terpotret dalam survei-survei yang kredibel. Pertimbangan ini karena prinsipnya kami ingin menang, bukan sekadar ikut kontestasi," kata Renanda.

Bila merujuk pada survei Indikator Politik Indonesia periode 1 sampai 6 Desember 2022, elektabilitas AHY menempati urutan pertama sebesar 23,2 persen. Putra Presiden keenam RI ini mengalahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Khofifah dengan elektabilitas masing-masing 19,6 persen dan 10,6 persen.

"Sejauh yang kami ikuti, elektabilitas AHY jika dibandingkan dengan Khofifah sebagai pendamping Anies masih lebih baik," kata dia.

Selain faktor elektabilitas, AHY merupakan sosok dengan kriteria yang diinginkan Anies. Renanda mengklaim, AHY figur yang merepresentasikan perubahan dan perbaikan.

"Menjadi konsensus atau kesepakatan ketiga partai politik (parpol) yakni Demokrat, PKS, dan Partai Nasdem. Tidak boleh satu sama lain antara parpol dalam koalisi ini memaksakan pemikiran dan kehendak masing-masing," imbuh Renanda.

4 dari 4 halaman

Anies-Khofifah Punya Basis Pemilih Bagus

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai, Anies Baswedan dan Khofifah Indar Parawansa cocok untuk dipasangkan di pilpres 2024. Keduanya mempunyai basis pemilih yang bagus.

Anies pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sementara Khofifah masih menduduki posisi Gubernur Jawa Timur.

"Sudah representasi pas lah, Khofifah kan juga kader NU, lalu juga ketua umum muslimat, ya cocok lah jadi cawapres Anies," kata Ujang.

Ujang mengatakan, basis massa Anies dan Khofifah bisa bersaing. Anies merepresentasikan kelompok Islam modern, sedangkan Khofifah dari sisi tradisional. Selain itu, pasangan Anies-Khofifah merepresentasikan kelompok laki-laki dan perempuan.

Menurut Ujang, untuk melihat peluang menang Anies-Khofifah mesti diiihat dari sejumlah faktor. Seperti elektabilitas keduanya, partai pengusung dan pendukung, hingga siapa lawan politiknya. Arah dukungan Presiden Joko Widodo ikut menentukan peluang kemenangan Anies dan Khofifah.

"Ruginya paling Anies-Khofifah dianggap bukan dari kelompok golongan pemerintah pasti akan dihajar dan dikerjain agar tidak menang," kata Ujang.

Setali tiga uang dengan Ujang, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai, Anies-Khofifah adalah pasangan yang cukup melengkapi satu sama lain.

Menurutnya, sejauh ini basis pendukung Anies ada di Jawa Barat dan beberapa daerah di luar Jawa. Sedangkan, Jawa Tengah dan Timur agak lemah.

"Dengan munculnya Khofifah sebagai wakil, mungkin Anies bisa meningkatkan dukungan di Jawa Timur," kata Saidiman.

Dia melihat selama ini Anies diasosiasikan dekat dengan kelompok Islam modernis, sementara Khofifah berasal dari Islam tradisional. Hal ini bisa menjadi kombinasi yang saling melengkapi.

Meski begitu, Saidiman memberi catatan penting bagi keduanya. Pertama, Anies dan Khofifah bukanlah kader partai. Sementara, ada keinginan kuat dari partai koalisi perubahan, terutama PKS dan Demokrat, untuk memajukan kadernya sebagai calon pendamping Anies Baswedan.

Kedua, perlu dipertimbangkan aspirasi konstituen atau pendukung Khofifah apakah mereka menginginkan Anies sebagai presiden atau tidak.

"Apakah mereka menginginkan Anies sebagai presiden? Jika mereka memiliki aspirasi lain tentang calon presiden, maka akan butuh kerja keras untuk meyakinkan mereka," kata Saidiman.

[gil]

Baca juga:
Gerindra Sebut Cawapres Prabowo Perlu Dibahas dengan PKB, Termasuk Peluang Khofifah
Demokrat: Elektabilitas AHY Lebih Baik dari Khofifah
Demokrat Rugi Anies Dipasangkan Khofifah: Tak Ada Jaminan Menang, AHY Lebih Jelas
Membedah Kekuatan dan Kemungkinan Duet Anies-Khofifah
Gubernur Jatim Ajukan Kiai Bisri Syansuri jadi Pahlawan Nasional
Ini Alasan NasDem Lirik Khofifah jadi Cawapres Anies
Peluang Khofifah Jadi Cawapres, PAN Sebut Partai Utamakan Kader atau Orang Dekat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini