Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengonfirmasi bahwa Presiden Angola, Joao Manuel Goncalves Lourenco, dan Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed Ali, berencana untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun 2026. Kunjungan ini diharapkan akan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral serta menjajaki berbagai potensi kerja sama antara Indonesia dengan kedua negara Afrika tersebut.
Rencana Kunjungan Pemimpin Angola Ethiopia ini disampaikan oleh Menko Airlangga di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu malam, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Informasi ini didapatkan setelah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara mitra, termasuk dari Angola dan Ethiopia.
Tujuan utama dari kunjungan yang direncanakan ini adalah untuk memperdalam diskusi mengenai peluang kerja sama di berbagai sektor, dengan fokus khusus pada bidang pertanian. Kedua negara menunjukkan minat yang kuat dalam kolaborasi ini, yang dapat memberikan manfaat timbal balik bagi pertumbuhan ekonomi masing-masing pihak di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Potensi Kerja Sama Pertanian dan Perdagangan
Angola dan Ethiopia secara eksplisit menyatakan minat mereka untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia, terutama dalam sektor pertanian. Menko Airlangga menjelaskan bahwa sektor ini menjadi prioritas utama dalam agenda diskusi yang akan datang, mencerminkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh ketiga negara.
Beberapa investor dari Indonesia telah menunjukkan inisiatif dengan melakukan penetrasi pasar di Ethiopia, menandakan adanya ketertarikan awal. Sebaliknya, Ethiopia memiliki kebutuhan pasokan produk kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia, yang membuka peluang besar bagi ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Menko Airlangga menambahkan bahwa menteri terkait di Indonesia akan segera berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan kunjungan balasan. Hal ini bertujuan agar para menteri dapat lebih dulu mengunjungi negara-negara tersebut untuk memperdalam potensi kerja sama yang telah diutarakan, memastikan persiapan yang matang sebelum Kunjungan Pemimpin Angola Ethiopia.
Advertisement
Advertisement
Pertemuan Bilateral di KTT G20 dan Minat Kerja Sama Lainnya
Di sela-sela KTT G20, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengadakan serangkaian pertemuan bilateral penting dengan enam pimpinan negara dan lembaga dunia. Selain Perdana Menteri Ethiopia dan Presiden Angola, Wapres Gibran juga bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam, Presiden Finlandia, Direktur Jenderal WTO, serta Sekretaris Jenderal UNCTAD.
Selain sektor pertanian, Finlandia juga menunjukkan minat untuk menjajaki kerja sama dengan Indonesia dalam bidang tata kelola data dan telekomunikasi. Finlandia, yang dikenal sebagai negara dengan teknologi tinggi, berminat untuk berinvestasi dalam pembangunan pusat data dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, memperluas cakupan kerja sama internasional.
Keterlibatan Wapres Gibran dalam KTT G20 ini merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo berhalangan hadir karena jadwal pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin dunia bertepatan dengan sejumlah agenda penting di dalam negeri, sehingga peran diplomasi diserahkan kepada Wakil Presiden.
Advertisement
Sumber: AntaraNews