Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menakar politik Pilgub Aceh

Menakar politik Pilgub Aceh acara debat cagub di Pilgub Aceh. ©2016 Merdeka.com/afif

Merdeka.com - Setelah perjalanan panjang drama politik Pemilihan Gubernur Aceh (Pilgub) Aceh. Hasil sementara dari situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pasangan Calon (Paslon) Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah masih unggul atas rival kuatnya Paslon Muzakir Manaf-TA Khalid.

Sedangkan paslon petahana, Zaini Abdullah-Nasaruddin terjun bebas pada peringkat ke empat perolehan suara sementara. Petahana justru dikalahkan oleh Paslon Tarmizi Karim-Machsalmina Ali peringkat ketiga perolehan suara.

Sesuai data dari situs KPU dikutip Sabtu (18/2), Irwandi-Nova masih bertahan di puncak klasemen sementara dengan perolehan suara 39,04 persen. Unggul dari rival kuatnya hanya mampu meraup 31,16 persen.

Sedangkan paslon petahana hanya mampu menduduki peringkat ke empat berhasil dikalahkan oleh Paslon Tarmizi Karim-Machsalmina Ali dengan perolehan suara 15,81 persen. Namun Tarmizi-Machsalmina kalah kuat dibandingkan paslon petahana Zaini Abdullah hanya mampu meyakinkan rakyat Aceh 7,49 persen memilihnya.

Selanjutnya menyusul Paslon Zakaria Saman-T Alaidinsyah, Paslon kocak yang sering melontarkan kalimat-kalimat menghibur mampu mengalahkan Paslon Abdullah Puteh-Sayed Mustafa. Zakaria Saman yang akrap disapa Apa Karya mampu meraih 4,60 persen suara, sedangkan Abdullah Puteh berada di posisi buncit dengan perolehan 1,90 persen suara.

Data yang sudah masuk menurut perhitungan data situ KPU sebanyak 5.859 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 9.592 TPS yang ada di seluruh Aceh. Atau setara dengan 61,08 persen suara yang sudah masuk dalam tabulasi hitungan situs KPU tersebut.

Hingga sekarang, hanya Kabupaten Aceh Timur yang belum mengirimkan scan formulir C1 ke KPU. Sehingga kolom kabupaten basis GAM semasa konflik ini masih kosong. Kemudian Kabupaten Aceh Utara juga baru 35,68 persen data yang sudah masuk. Kabupaten lainnya, rata-rata sudah masuk sampai 90 persen suara.

Dari data sementara yang dirilis situs KPU, terlihat angka statistik Paslon Irwandi-Nova unggul sementara perolehan suara. Sedangkan rival kuatnya, Muzakir Manaf harus puas pada peringkat kedua. Artinya, menakar politik Pilgub Aceh 2017 ini yang potensial keluar sebagai pemenang adalah Paslon Irwandi-Nova. Meskipun hasil resminya nanti akan diumumkan oleh KIP Aceh nantinya.

Kendati demikian, kedua Paslon kuat ini tetap saling klaim bahwa pihaknyalah yang telah meraih suara terbanyak dalam Pilgub 15 Februari 2017 lalu.

Rabu malam, 15 Februari 2017 sekira pukul 21.00 WIB, Paslon Muzakir Manaf-TA Khalid langsung menggelar konferensi pers di kantor pemenangannya, klaim bahwa pihaknya keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 41,52 persen atas rivalnya hanya mampu meraup suara 31,96 persen.

Paslon ini klaim, pihaknya bisa meraih kemenangan telak di 12 kabupaten/kota. Sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya hanya kalah tipis.

"Hampir semua kami menang. Meskipun kami tetap menghargai keputusan dari penyelenggara nantinya," kata cagub Aceh Muzakir Manaf, Rabu (15/2) di posko pemenangannya dalam konferensi pers.

Tak mau kalah, kubu Irwandi-Nova pada waktu bersamaan juga menggelar konferensi pers, klaim pihaknya juga berhasil meraih kemenangan. Irwandi-Nova memaparkan hasil perhitungan quick count juga berhasil keluar sebagai pemenang.

Hasil quick count dari paparan Irwandi-Nova, dari 498 TPS di seluruh Aceh, mereka berhasil meraih kemenangan 42,9 persen dan Paslon nomor urut 5 hanya 27,4 persen.

Pada kesempatan itu, Nova menyebutkan untuk real count akan dipublikasikan kemudian. Karena sekarang semua petugas masih sedang bekerja proses pengolahan data yang diperoleh dari TPS masing-masing di seluruh Aceh.

"Quick count yang kita publikasikan ini tingkat kepercayaannya tinggi. Lalu soal real count, sehebat apapun kita, tidak mungkin malam ini (usai pencoblosan) langsung bisa dapat real count," sebutnya.

Saling klaim ini kemudian menjadi viral di media sosial di Aceh. Ada yang memberikan ucapan selamat, tak sedikit juga yang meminta agar menunggu penyelenggara pemilu mengumumkan secara resmi.

Berselang satu hari pencoblosan. Paslon nomor urut 6, Irwandi-Nova kembali menggelar konferensi pers, Jumat sore (17/2) di kantor Demokrat Aceh. Kali ini, Irwandi-Nova justru langsung mendeklarasikan pihaknya yang menenangkan pesta demokrasi di Aceh.

Paparan bisa disebut sebagai diklarasi kemenangan ini sesuai data-data formulir C1 yang diperoleh dari saksi-saksi mereka di seluruh TPS di Aceh. Dari data yang telah diinput, Irwandi-Nova yang gencar mengkampanyekan soal reformasi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) keluar sebagai pemenang.

Hasil perhitungan real count formulir C1, Irwandi Yusuf-Nova unggul 812,922 suara atau setara 37,52 persen. Deklarasi ini dilakukan dinilai, suara yang masuk tidak lagi bisa merubah peringkat, meskipun angka bisa saja terjadi perubahan.

Cawagub Aceh, Nova Iriansyah menjelaskan, berdasarkan formulir C1 yang diperoleh dari saksi-saksi seluruh Aceh. Total suara yang sudah masuk 2.166.475 atau setara 63,13 persen dari total warga yang menggunakan hak pilihnya sebesar 66 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Hanya tersisa 4 persen lagi yang belum masuk pada kita. Sisa suara yang belum masuk ini tidak akan merubah peringkat meskipun bisa berubah angka," kata Nova Iriansyah, Jumat sore (17/2) di kantor Demokrat Aceh didampingi Irwandi Yusuf.

Sedangkan peringkat kedua, rival kuatnya Muzakir Manaf-TA Khalid hanya mampu meraup suara 678,264 suara setara dengan 31.31 persen. Sedangkan peringkat ketiga terbanyak pada Pilgub 2017 ini Paslon nomor urut 1 Tarmizi Karim-T Machsalmina Ali memperoleh suara 361,053 suara setara 16,67 persen.

"Agar tidak ada beredar data liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum tertentu, maka kami gelar konferensi pers ini untuk memberikan data yang benar," tukas Nova.

Sementara itu, Cagub nomor urut 2, Zakaria Saman meminta kepada dua Paslon ini yang tak lain rekannya semasa pemberontakan GAM dulu untuk menahan diri. Lebih baik, menunggu hasil pengumuman dari penyelenggara secara resmi.

"Ini apa dikerjakan, di facebook beredar sudah saling klaim dirinya menang, kalau tidak menang nanti bagaimana? Makanya tunggu saja KIP umumkan," jelasnya.

Menurutnya, seharusnya kedua Paslon ini jangan dulu mengklaim dirinya menang. Karena suara yang masuk belum sampai 100 persen. Bisa saja terjadi perubahan nantinya dan juga untuk menghindari terjadi konflik di lapangan.

"Sudah saya bilang, jangan klaim diri menang, ribut nanti di lapangan. Tapi tak mau didengar, kedua Paslon sudah saya bilang," jelas Zakaria Saman, Sabtu (18/2) saat bersilaturrahmi di Sekber Jurnalis Aceh.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP