Ma'ruf Amin Ingatkan Prabowo: Pemimpin Jangan Cepat Emosi, Sabar dan Santun

Selasa, 9 April 2019 18:31 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Amin Ingatkan Prabowo: Pemimpin Jangan Cepat Emosi, Sabar dan Santun jokowi dan maruf di tangerang. ©2019 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan, seorang pemimpin harus bisa menahan emosinya sendiri. Harus sabar dan santun.

Pernyataan ini menanggapi pidato Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang bersemangat hingga menggebrak podium saat kampanye di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Senin (8/4).

"Itulah, pemimpin itu jangan kita cepat emosi. Ya, sabar, santun," ucap Ma'ruf usai berkampanye di Bandung Barat, Selasa (9/4).

Dia juga memberikan saran mengenai narasi yang sering dimunculkan Prabowo saat berkampanye. Menurutnya, pemimpin harus memberikan keteduhan, bukan yang memancing permusuhan.

"Pemimpin itu harus bicara yang bijak, yang mengayomi, yang mengajak, memberikan tuntunan-tuntunan yang positif. Jangan mengajarkan sikap-sikap yang keras, bermusuhan. Dan sifat-sifat yang lebih baik," kata Ma'ruf.

Menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, masyarakat menginginkan pemimpin yang memiliki sifat santun dan bermartabat.

"Dan itu yang justru masyarakat menginginkan seperti itu. Ketika itu tidak didapat, dia akan mencari pemimpin yang santun," pungkasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto hadir di kampanye akbar yang digelar di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Senin (8/4). Dalam orasinya, Prabowo meminta kepada anggota anggota TNI dan Polri untuk netral.

Selain itu, Prabowo pun meminta kepada anggota TNI dan Polri untuk tidak membela kepentingan asing. Prabowo menyebut, TNI dan Polri adalah TNI dan Polrinya rakyat Indonesia.

"Hai adik-adikku yang di tentara dan polisi yang masih aktif. Ingat kau adalah tentara rakyat, polisinya rakyat seluruh Indonesia. Kau tidak boleh mengabdi pada segelintir orang apalagi membela antek-antek asing. Sekarang kau kau bela-bela antek asing," ujar Prabowo dengan nada tinggi sembari menggebrak mimbar pidato berulang kali.

Melihat Prabowo yang menggebrak-gebrak mimbar, Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Amien Rais ditemani oleh Ketua FUI, Syukri Fadholi pun berdiri dari tempat duduk dan segera mendekati Prabowo.

Syukri dan Amien Rais pun berusaha menenangkan Prabowo yang menggebrak mimbar berulang kali. Amien Rais yang mengenakan surjan coklat dan blangkon hijau pun membisikkan sesuatu ke Prabowo.

"Mereka kuatir saya ini apa namanya.. Jadi tadi dibisiki sabar, sabar," ungkap Prabowo.

Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid menuturkan, Prabowo selalu bersemangat ketika berorasi di atas panggung. Tidak hanya itu, Prabowo juga kerap melempar guyonan.

"Kan yang diambil cuma berapi-apinya. Sementara beliau guyonan, beliau menyapa dengan sangat ramah, beliau menentramkan massa untuk tidak anarkis, untuk tidak melakukan tindakan menyebar hoaks kok engga dijadikan bagian penting. Itu hanya satu dari sekian banyak segmen ketika beliau berpidato," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

Hidayat menilai wajar jika Prabowo bersemangat dalam berorasi mengenai suatu isu. Sebab kondisi Indonesia memang sedang memprihatinkan.

"Kalau kemudian kondisi yang sangat memprihatinkan ini kemudian beliau sampaikan 'nyuwun ngapunten nggih kulo badhe matur', ya enggak kena dong. Ya beliau sampaikan pasti dengan tegas dan keras. Orasi ya begitu. Orator ya begitu," ungkapnya.

Meski begitu, Prabowo menggebrak podium masih dalam batasan wajar. Dalam pidato itu Prabowo juga masih sempat bercanda juga.

"Karena sekali lagi bukan hanya sepanjang pidato dari awal sampai akhir menghadirkan kekerasan atau mendukung kekerasan atau menghadirkan sesuatu yang kemudian menghadirkan ketidaknyamanan," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini