Kubu Bamsoet: Golkar Harus Kuat, Bukan Dipimpin Orang Tak Punya Waktu

Kamis, 7 November 2019 18:18 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Bamsoet: Golkar Harus Kuat, Bukan Dipimpin Orang Tak Punya Waktu Bambang Soesatyo deklarasi jadi calon ketua umum Golkar. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mempercayai Ketum Airlangga Hartarto menjadi Menko Perekonomian. Mereka pun ingin Airlangga fokus jadi menteri saja.

"Sebaiknya kader itu memberikan waktu sepenuhnya fulltime, dia harus fokus harus memberikan segalanya yang dimiliki untuk setiap hari," kata Ketua Tim Sukses Bambang Soesatyo, Ahmadi Noor Supit, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

Menurutnya, Airlangga mesti fokus memikirkan bagaimana Indonesia bisa selamat dari untuk bangsa dan negara. Maka dari itu, rangkap jabatan Airlangga di Golkar bisa mengganggu tugas menterinya.

"Tidak boleh waktunya terbagi," ucapnya.

Kemudian, kata Ahmadi, Presiden juga menyampaikan atas warning yang diberikan oleh Bank Dunia (IMF). Bahwa ekonomi dunia dalam posisi yang mendekati krisis. Termasuk Indonesia yang juga pasti akan terpengaruh dengan situasi itu. Oleh sebab itu, Airlangga harus fokus menjadi Menko perekonomian.

"Di sisi lain Golkar ini kalau diharapkan untuk menjadi tulang punggung, menjadi leader, untuk bagaimana pemerintahan ini berhasil, Golkar itu harus kuat. Bukan Golkar yang dipimpin oleh yang tidak punya waktu," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Puji Airlangga, Kubu Bamsoet Santai

Jokowi sempat memuji kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar. Hal itu dinilai sebagai sinyal restu Jokowi agar Airlangga kembali memimpin partai beringin.

Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit, menyebut sah-sah saja bila pujian Jokowi diinterpretasikan sebagai restu. Dia bilang, kelompok manapun bebas memberi dukungan kepada kandidat caketum Golkar.

"Mungkin saja ada keberpihakan presiden kepada orang tertentu, saya kira enggak masalah. Misalnya presiden, misalnya ini tentu interpretasi pemahamannya kalau dia memberikan dukungan pada salah satu calon adalah pembantunya itu gak ada masalah sah-sah saja," kata Ahmadi di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

Meski begitu, Ahmadi menegaskan proses pemilihan caketum Golkar tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Tetapi soal dukungan biasa dipersilakan.

"Yang pasti adalah secara struktural itu tidak bisa intervensi partai jadi itu clear buat kita. Dan kami yakin presiden tidak bermaksud intervensi apalagi partai Golkar ini partai besar jadi saya kira itu clear. Jadi jangan salah memahami. Buat kami itu dukung mendukung biasa sebagai teman boleh," tuturnya. [rnd]

Baca juga:
Jokowi Puji Airlangga, Kubu Bamsoet Tegaskan Munas Tak Bisa Diintervensi
Loyalis Ngotot Bamsoet Harus Maju Jadi Caketum Golkar
Politikus Golkar Anggap Pujian Jokowi ke Airlangga Sebagai Restu Hadapi Munas
Dipuji Jokowi, Airlangga Tak Mau Jemawa Lawan Bamsoet di Munas Golkar
Jelang Munas Golkar, Bamsoet Diminta Tegas Tak Perlu Malu-malu Maju Jadi Caketum
Bamsoet Kembali Maju Jadi Caketum Golkar, Airlangga Singgung Komitmen Awal

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini