Ketua KPU: Debat Bermanfaat, Pemilih Berdaulat, Negara Hebat

Kamis, 17 Januari 2019 20:21 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ketua KPU: Debat Bermanfaat, Pemilih Berdaulat, Negara Hebat Ketua KPU Arief Budiman. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat perdana dengan tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Harapannya debat ini dapat memberikan gambaran bagi masyarakat terhadap visi misi pasangan calon di Pilpres 2019.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, debat capres kali ini merupakan catatan sejarah baru di Indonesia. Pasalnya penyelenggaraan debat ini diselenggarakan bersamaan dengan kampanye Pileg 2019.

"Malam ini menjadi salah satu malam bersejarah bagi Indonesia, karena kita menyelenggarakan debat calon presiden dan calon wakil presiden bersama dengan gegab gempita jadwal kampanye legislatif. pasangan calon akan memaparkan visi misi secara dalam," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Dia mengungkapkan, debat capres ini tidak hanya penting bagi masing masing pasangan calon. Sebab debat ini akan memberikan gambaran bagi masyarakat terkait pandangan pasangan calon terkait Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

"Ini sebagai salah satu referensi penting bagi masyarakat saat menggunakan hak konstitusionalnya," ujarnya,

Untuk itu, Arief mengatakan, debat ini merupakan bentuk upaya untuk mewujudkan Pemilu yang memiliki integritas. "Berdebat itu biasa, perbedaan adalah keniscayaan dalam demokrasi. Debat bermanfaat pemilih berdaulat negara hebat," tutupnya.

Debat perdana capres dan cawapres 2019 digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Moderator dalam debat kali ini adalah Imam Priyono dan Ira Koesno. Tema yang diangkat yakni Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Panelis dalam debat perdana ini yaitu Guru Besar Hukum UI, Hikmahanto Juwana, mantan Ketua MA Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, ahli Tata Negara Bivitri Susanti, ahli Tata Negara Margarito Kamis. Sedangkan Ketua KPK Agus Rahardjo dipastikan tidak hadir demi menjaga independensi KPK. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini