Kampanye di Kembangan Jakbar, Djarot diusir warga

Rabu, 9 November 2016 15:43 Reporter : Fikri Faqih
Kampanye di Kembangan Jakbar, Djarot diusir warga Djarot blusukan di Kembangan. ©2016 Merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat mendapat penolakan saat mengunjungi Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat (Jakbar). Aksi tersebut dilakukan beberapa pemuda sembari membentangkan spanduk penolakan.

Petugas keamanan berjaga telah mengetahui akan adanya penolakan warga atas kedatangan Djarot. Sehingga mereka mengimbau agar mantan Wali Kota Blitar itu kembali masuk ke dalam mobil, namun permintaan tersebut ditolak. "Enggak-enggak jalan terus," kata Djarot di lokasi, Rabu (9/11).

Politisi PDI Perjuangan itu malah turun dari kendaraannya dan menuju kerumunan masa. Dengan tegas dia mencari siapa memimpin aksi penolakan tersebut. "Siapa komandannya? Siapa ketuamu?" tanya Djarot.

Namun, para pemuda malah mengangkat spanduk dan menutupi wajah mereka, tak menjawab. Kemudian seorang pria dengan baju koko putih maju. Djarot menghampiri. Djarot mempertanyakan alasan mereka menolaknya. Pria itu menjawab, alasannya karena warga tidak suka dengan pasangan Djarot, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok.

djarot diusir warga kembangan jakarta barat

Dia menegaskan, dirinya bebas untuk dapat mendatangi lokasi mana saja untuk berkampanye. Sebab Djarot merasa telah dilindungi Undang-undang tentang Pemilihan Umum.

"Pak ini kami dilindungi undang-undang saya ke mana pun boleh, kalau bapak begitu bisa dilaporkan ke Bawaslu, kalau bapak enggak setuju tanggal 15 enggak usah dipilih," tegasnya.

Namun pria tersebut tak mau tahu. Mereka menolak bukan terkait Pilkada, melainkan soal dugaan penistaan agama dilakukan Ahok. Meski Djarot bukan dimaksud, tapi warga tetap menolak. "Sama saja satu grup," ujar pria itu pada Djarot.

djarot blusukan di kembangan

Jika terkait penistaan agama, Djarot mengungkapkan, kasus itu sudah diproses polisi. Djarot minta maaf dan berjalan kembali menuju mobilnya. Namun, para pemudi masih berteriak. Djarot kembali menghampiri dan mengimbau mereka untuk tidak melanjutkan aksi. "Kalau saya enggak kepilih enggak apa-apa, saya minta tolong betul, Islam itu agama yang ramah, toleransi," tuturnya.

Sampai Djarot meninggalkan lokasi, para pengadang masih belum bubar. Mereka masih berteriak untuk mengusir Djarot. "Usir, usir, usir si Djarot," teriak mereka.

[ang]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini