Kaesang Jadi Ketum PSI, NasDem Sebut Potensi Salahgunakan Jabatan Bapaknya

Kaesang sebagai warga negara punya hak untuk berpolitik. Termasuk menjadi ketua umum partai.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Kaesang Jadi Ketum PSI, NasDem Sebut Potensi Salahgunakan Jabatan Bapaknya
Kaesang Jadi Ketum PSI, NasDem Sebut Potensi Salahgunakan Jabatan Bapaknya (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ketua DPP NasDem Effendi Choirie menilai Kaesang Pangarep sebagai anak Presiden Joko Widodo berpotensi menyebabkan penyalahgunaan jabatan dengan posisinya kini ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Potensi penyalahgunaan itu khususnya untuk menguntungkan pribadinya dengan menyalahgunakan jabatan sang ayah. Jokowi juga berpotensi menggunakan jabatan untuk menyukseskan anak dan partainya.

"Karena dia anak presiden, maka ada potensi penyalahgunaan jabatan bapaknya untuk kepentingan diri dan partai. Bapaknya pun ada potensi menyalahgunakan jabatannya, langsung atau tidak langsung untuk menyukseskan anaknya dan partai yang dipimpin anaknya"

kata politikus yang akrab disapa Gus Choi kepada wartawan, Selasa (26/9).

Merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gus Choi menilai, tidak elok seorang anak presiden menjabat sebagai ketua umum. Ada masalah etika yang dapat dipermasalahkan. Seharusnya, anak presiden tidak terburu-buru menjadi pejabat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sebagai anak presiden, pemimpin tertinggi negara ini, mestinya sabar tidak kesusu untuk jadi pejabat, pimpinan partai, atau jadi walikota. Itu kurang pantas, kurang elok," kata Gus Choi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di sisi lain, Gus Choi mengakui Kaesang sebagai warga negara punya hak untuk berpolitik. Termasuk menjadi ketua umum partai.

"Dari sisi Kaesang sebagai warga negara, dia punya hak untuk masuk partai apapun," katanya.

Rekomendasi