Jusuf Kalla dinilai paling bernafsu dorong reshuffle kabinet

Rabu, 8 Juli 2015 20:00 Reporter : Dede Rosyadi
Jusuf Kalla dinilai paling bernafsu dorong reshuffle kabinet Jokowi rapat ekonomi. ©AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Merdeka.com - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan desakan kuat reshuffle menteri bukan datang dari Presiden Joko Widodo. Namun, dorongan perombakan kabinet tersebut justru dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"JK sangat memiliki semangat yang kuat untuk merombak menteri yang kinerjanya buruk. Saya kira alasan JK punya kepentingan tertentu," kata Ray dalam diskusi 'Kemandirian Bangsa, Reshuffle Kabinet: Siapa Masuk-Siapa Keluar?' di Kedai Kopi Deli, Jalan Sunda No. 7 Menteng Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Rabu (8/7).

Kata dia, isu perombakan kabinet Jokowi-JK ini sudah berhembus dari bulan April, namun pemerintah belum menanggapi isu tersebut. Dia berharap Jokowi segera mengambil sikap terhadap polemik reshuffle menteri tersebut.

"Jokowi muncul lah sebagai Presiden, bersikap tegas, pilih lah menteri yang tepat sesuai bidang kemampuan, di sini ujian Jokowi sebagai pemimpin. Gejala reshuffle di bulan April tapi belum di respon oleh Jokowi. Desakan reshuffle ini malah lebih dominan oleh JK," paparnya.

Lebih jauh, dia menilai pernyataan Jusuf Kalla soal wewenang perombakan menteri itu hak presiden hanya basa-basi saja. Sebab Jusuf Kalla disinyalir bakal mendorong kelompoknya masuk ke kabinet.

"Desakan-desakan itu muncul tentu ada maksud tertentu. Kita lihat selanjutnya seperti apa keputusan Jokowi-JK," pungkas dia. [efd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini