JK Soal Pemilihan Ketum Golkar: Tidak Voting Tidak Berarti Tidak Demokrasi

Selasa, 3 Desember 2019 17:10 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
JK Soal Pemilihan Ketum Golkar: Tidak Voting Tidak Berarti Tidak Demokrasi Jokowi dan Jusuf Kalla Hadiri HUT Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar beredar kabar bahwa proses pemilihan ketua umum yang menjadi agenda utama akan diselesaikan dengan aklamasi.

Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla menyampaikan bahwa mekanisme pemilihan Ketum di Munas nanti, apakah voting atau bukan tetap merupakan bagian dari demokrasi.

"Ya tidak voting tidak berarti tidak demokrasi. Selama musyawarah seluruh persyaratan setuju itu demokrasi. Demokrasi bukan hanya voting, jangan lupa demokrasi itu banyak," ucap Jusuf Kalla di acara diskusi, di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).

JK mengatakan tidak mengetahui apakah nanti dilakukan pemilihan secara tertutup di bilik suara atau secara langsung berdiri satu persatu untuk menunjukkan dukungannya. Namun apapun itu dia mengatakan bahwa di Munas Golkar nanti akan terjadi musyawarah.

"Itu saya kira itu cara saja, tapi saya yakin akan terjadi sesuatu apa itu kok musyawarah yang baik," papar JK.

1 dari 2 halaman

JK Ingin Ketum Golkar Bangun Demokratisasi Internal

JK menyampaikan untuk siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum Golkar yang baru pada Munas nanti malam untuk dapat membangun kembali Demokratisasi di tubuh Golkar.

"Sederhana saja, bikin keputusan dari hasil rapat, rapatnya harus selalu rutin sebab yang penting didapatkan di pengurus harian, kalau ada yang lebih penting lagi pleno itu harus berjalan. Yang kedua untuk keputusan daerah harus melibatkan daerah di bawah itu akan terjadi demokratisasi yang baik," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Dukung Caketum yang Terbaik

Soal siapa calon ketum Golkar yang didukung, JK menepis klaim Sekjen Golkar Lodewijk Fredrich Paulus yang mengatakan dirinya mendukung Airlangga Hartarto bersama senior partai lainnya.

"Enggak, saya mendukung yang terbaik lah," ucap Kalla diplomatis.

JK menyampaikan sudah berbicara dengan dua kubu yang sedang bersaing dengan sengit yaitu Airlangga Hartato dan Bambang Soesatyo. JK menyampaikan bahwa setelah munas, Golkar akan kembali bersatu.

"Kita sudah bicara beberapa waktu yang lalu, juga saya yakin pada ujungnya akan bersatu," papar JK.

Soal politik uang, JK berharap di munas kali ini tidak terjadi. "Kita terbuka aja jangan terjadi begitu lah, kalau itu tidak ada habis-habisnya nanti transaksional yang berbahaya iya yang pimpinannya bukan lagi yang terbaik. Siapa yang paling kaya," tutup JK.

Partai Golkar akan menggelar Musyawarah nasional (Munas) di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada hari ini dan berlangsung tiga hari yaitu 3-6 Desember 2019. Salah satu agenda Munas yakni pemilihan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. [bal]

Baca juga:
Bamsoet Mundur Caketum Golkar Setelah Bertemu Luhut, Pendukung Ingin Tahu Alasannya
Loyalis Airlangga Soal Bamsoet Mundur Caketum: Sudah Kembali ke Jalan Benar
Mayoritas Pengurus DPD Dukung Airlangga, Munas Diharapkan Selesai dengan Mufakat
Empat Alasan Bamsoet Mundur dari Pencalonan Ketum Golkar
Bambang Soesatyo Mundur dari Pencalonan Kursi Ketum Golkar
Golkar Harus Jadi Partai Modern yang Mampu Akomodir Generasi Muda

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini