Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf Amin, nasib Demiz diserahkan ke Dewan Kehormatan Demokrat

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar telah didapuk menjadi salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 nanti. Merespons itu, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Demiz masih menjadi kader Demokrat.

Muhammad Genantan Saputra
Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf Amin, nasib Demiz diserahkan ke Dewan Kehormatan Demokrat
Wagub Jabar Deddy Mizwar. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar telah didapuk menjadi salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 nanti. Merespons itu, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Demiz masih menjadi kader Demokrat.

"Sampai saat ini Dedy Mizwar masih resmi menjadi kader partai demokrat. Belum pernah mengundurkan diri dan belum pernah diberhentikan," katanya kepada merdeka.com, Kamis (28/8).

Lanjutnya, keputusan Deddy Mizwar itu yang kemudian memilih menjadi jubir tim pemenangan Jokowi adalah hak politiknya secara pribadi. Menurut Ferdinand, ini demokrasi yang tidak bisa memaksa semua orang untuk sama.

"Namun demikian, Dedy Mizwar mestinya menghormati sikap resmi partai dan aturan yang berlaku partai. Terkait disiplin partai, biar dewan kehormatan dan komisi pengawas yang memutuskan," ucapnya.

Jika benar menjadi timses, Deddy Mizwar juga mesti siap menerima kritikan publik. Demokrat sendiri sudah resmi mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Saya pikir Dedy Mizwar tau aturan organisasi dan dengan itu juga Dedy harus siap jika kemudian dinilai publik sebagai poltisi yang tak punya prinsip. Berpolitik hanya mau mencari keuntungan pribadi," tutur Ferdinand.

Rekomendasi