Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hadiahi kain ulos, komunitas Boru Harianja doakan Khofifah menang di Pilgub Jatim

Hadiahi kain ulos, komunitas Boru Harianja doakan Khofifah menang di Pilgub Jatim Khofifah terima kain ulos dari komunitas Boru Harianja. ©2018 Merdeka.com/Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Hadir di acara yang digelar komunitas orang-orang Batak atau Harianja di Jawa Timur, calon gubenur (Cagub) nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa mendapat hadiah kain ulos yang memiliki makna: Boru alias perempuan menuju Jawa Timur satu. Acara tersebut digelar di Gedung Gita Tamtama, Jalan Genteng Kali Surabaya, Jumat (16/2).

Khofifah datang ditemani putra keduanya, Jalaluddin Mannagali usai menghadiri peresmian Kampoeng Petjinan di salah satu mal yang ada di Kota Pahlawan. "Bu Khofifah merupakan perempuan pilihan kami," kata Ketua Komunitas Harianja Jawa Timur, Bongan Harianja menyambut kedatangan mantan Menteri Sosial.

Mewakili komunitasnya, Bogan pun menyematkan kain ulos kepada Khofifah sebagai simbol untuk mempersatukan, mengukuhkan, doa, dan harapan menjadi gubernur. "Ulos bisanya kita berikan kepada Boru yang artinya perempuan. Kebetulan, saat ini Bu Khofifah kita anggap sebagai Boru Harianja untuk menuju nomor satu," tandas Bogan.

Mendapat kehormatan luar biasa itu, Khofifah yang merupakan 'anak idiologis' Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) merasa berkewajiban meneruskan perjuangan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme. Ketua umum PP Muslimat NU inipun menikmati keberagaman etnis dan agama yang ada di Indonesia.

Khofifah mencontohkan, saat dia berada di Sumatera Utara misalnya. Dia sangat menikmati sekali budaya di Nias. Bahkan, saat menyambutnya, orang suku Nias memberi salam dengan kata Yahou. "Kalau di daerah Karo, mereka menyampaikan salam Majuajua, dan kalau di Tapanuli Utara, menuturkan salam Horas," kata Khofifah.

Keberagaman seperti ini, lanjutnya, sangat terasa indah kalau saling mengenali satu sama lain. Seperti apa yang pernah diajarkan Gus Dur, yang selalu membela kaum minoritas di Tanah Air.

Karena perjuangan itulah, presiden ke-4 RI ini selalu mendapat tempat di hati bangsa Indoensia meski sudah meninggal dunia pada 30 Desember 2009 silam. “Tidak kenal maka tidak disuka, tidak disuka maka tidak dipilih,” ucap Khofifah.

Terkait kain ulos yang diberikan komunitas Harianja kepadanya, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih. "Ini artinya bahwa persaudaraan saya lebih dekat dan lebih luas lagi dari yang sebelumnya, karena hanya mengenali etnis dan sukunya. Sekarang dengan kain ulos ini, saya akan menjadi bagian bagaimana ber-Indonesia," tandasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP