Gerindra Sebut Logistik Petahana Banyak Karena Jokowi Bagi-Bagi Proyek
Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengakui pasangan capres cawapres Prabowo-Sandi kesulitan dana kampanye. Menurutnya, Prabowo-Sandi tidak sekuat capres petahana Jokowi-Ma'ruf dalam hal logistik Pilpres 2019.
Dia mengatakan logistik Jokowi-Ma'ruf kuat karena capres nomor urut 01 itu bagi-bagi proyek. Karenanya, orang yang mendapat proyek secara otomatis bakal membantu finansial Jokowi di Pilpres.
"Harus kami akui, logistik pasti petahana lebih banyak. Namanya petahana kan bagi-bagi proyek. Anda kalau saya kasih proyek masa lupa sih sama saya? Enggak perlu saya minta Anda ngerti. Ini Riza mau jadi bupati nih, nyumbang, apalagi mau jadi presiden, pasti nyumbang," kata Riza di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (18/12).
Dia menambahkan sejak dulu hingga kini yang ada di pemikiran Prabowo adalah politik Indonesia tidak korupsi. Dirinya menilai sekarang biaya politik dibiayai kepentingan sehingga banyak Operasi Tangkap Tangan (OTT).
"Kenapa politik Indonesia ini korup? Karena ada ketidakadilan, karena ternyata yang membiayai politik Indonesia itu orang-orang yang punya kepentingan, bukan rakyat, itu sumber masalahnya," ujarnya.
"Orang yang nyumbang ini ada 'take and give' nya. Sehingga terjadi korupsi. Banyak OTT kepala daerah, anggota dewan, menteri, gubernur, bupati. Jadi apa solusinya? Solusinya sederhana, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat," sambung dia.
Menurutnya Indonesia belum biasa dari rakyat untuk rakyat dalam kepentingan politik atau kampanye. Prabowo ingin supaya pemimpin tidak berutang ke penguasa dan pengusaha, tetapi berutang kepada rakyat.
"Ketika dipimpin dia akan amanah, dia akan bertanggung jawab dan akan mengembalikan dalam bentuk pembangunan, sumber daya manusia, infrastruktur dan sebagainya," ungkapnya.
Riza juga menyinggung soal partisipasi rakyat kepada Prabowo semakin besar antusiasnya. Sekitar 30 ribu orang hadir di Konferensi Nasional Gerindra, Sentul (7/12) dengan biaya sendiri bahkan menyumbang untuk mantan Danjen Kopassus itu.
"Kita bukan partai yang mengongkosi. Justru relawan kader yang biayai diri sendiri, hadir jauh jauh dari Papua dan Aceh, bahkan ikut nyumbang," kata dia.
"Buktinya Anda bandingkan kehadiran Prabowo-Sandi dan Jokowi-Maruf. Antusiasme masyarakat saya lihat di medsos Pak Jokowi hadir kemana-mana termasuk di Riau bagi-bagi sembako aja sepi. Padahal itu dikerahkan, kami tak pernah mengerahkan massa. Artinya masyarakat kesadaran sendiri datang tanpa disuruh, tanpa diperintah, tanpa diberi sembako, bahkan kita juga enggak kasih konsumsi. Tapi masyarakat hadir menunggu berjam jam. Itu artinya apa? Masyarakat antusias ingin ada pemimpin baru," ungkapnya.
Reporter Magang: Devi Veviani
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya