Gerindra: Bagaimana enggak ugal-ugalan, hari ini ngumumin BBM lalu diturunkan

Rabu, 17 Oktober 2018 17:09 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra: Bagaimana enggak ugal-ugalan, hari ini ngumumin BBM lalu diturunkan Ahmad Riza Patria. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai cara pemerintah mengelola negara saat ini ugal ugalan. Kritikan itupun dinilai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf TB Ace Hasan Syadzily berlebihan dan cermin pesimistis.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menjelaskan maksud pernyataan Prabowo tersebut disebabkan pemerintah berantakan mengelola negara. Contohnya, saat pemerintah batal menaikkan harga BBM premium karena tidak terkoordinasi dengan baik.

"Bagaimana enggak ugal-ugalan, hari ini ngumumin BBM kemudian diturunkan lagi. Yang satu ngomong beras cukup, yang satu kurang. Yang satu bilang jangan impor beras yang satu impor terus, ya bagaimana? Apa itu tidak ugal ugalan?," Kata Riza saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

"Ugal-ugalan itu artinya apa sih? Tidak terkendali, ugal-ugalan itu ke kanan ke kiri, tidak tertib ya kan? Tidak sesuai dengan ketentuan, tidak sesuai dengan aturan, itu ugal-ugalan namanya," sambungnya.

Riza menyinggung 66 janji Jokowi yang bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Salah satunya, pemerintah tidak memenuhi janji memberdayakan 10 juta tenaga kerja Indonesia, tetapi malah mengakomodir tenaga kerja asing.

Kemudian, janji ekonomi yang disebut akan meroket juga ambruk. Kemudian, nilai tukar dolar yang ditargetkan 10 ribu rupiah malah melorot menjadi 15 ribu rupiah lebih.

"Harusnya pemerintah itu tau diri, harusnya pemerintah itu terbuka, kalau ada janji yang disampaikan tidak bisa dipenuhi minta maaf lebih baik, lebih bijaksana, minta maaf mohon maaf saya kira itu lebih baik," imbuh Riza.

"Kemudian memperbaiki, bukan malah bertahan, merasa paling bener paling bisa ternyata hasilnya seperti ini, harga harga sembako, BBM, tol, semua naik ya kan, pangan semua barang barang semua, termasuk dollar naik terus, itu kan berarti bentuk ketidakmampuan pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai Prabowo terlalu berlebihan menyebut negara dikelola dengan ugal-ugalan. Ace menilai Prabowo melihat Indonesia di masa depan dengan pesimistis.

"Terlalu berlebihan menilai persoalan miskoordinasi dalam pengelolaan pemerintahan dikaitkan dengan ugal-ugalan. Karena apa yang dilakukan Presiden Jokowi sudah sesuai dengan track menuju Indonesia maju sebagaimana visi dan misi kami," jelasnya, Rabu (17/10). [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini