Ganjar cerita harus menunda pendidikan karena tidak mampu membayar sekolah.
Advertisement
Advertisement
Ganjar mengenang masa mencari pekerjaan di pompa bensin untuk menambah biaya sekolah.
"Saya ingat, ketika itu saya hanya punya tekad yang kuat untuk mengatasi tantangan dan kesulitan itu,”
kata Ganjar.
Advertisement
Advertisement
Ganjar mengakui, ada masanya merasa stres mental dan waktu-waktu yang membuatnya merasa sangat rendah. "Saya merasa beruntung karena diberkati dengan jaringan dukungan yang kuat dari keluarga yang luar biasa dan teman-teman sejati. Tapi, tidak semua orang memiliki hal tersebut,” ujar Ganjar.
Advertisement
Gubernur Jawa Tengah ini juga menceritakan kebanggaannya pada Atikoh, sang istri yang telah berbicara terbuka tentang masalah kesehatan mental. "Atikoh mendorong kami untuk saling mendukung satu sama lain, untuk mengulurkan tangan kepada tetangga saat mereka menghadapi stres atau kesedihan, dan menawarkan bantuan atau bahkan sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian,” ujar Gubernur Jawa Tengah itu.
Atikoh, kata Ganjar, merupakan inspirasi dalam banyak hal. Selalu mengingatkan betapa beraninya seseorang untuk meminta bantuan ketika mereka membutuhkannya.
"Bagi setiap orang yang sedang menghadapi masa sulit, saya ingin anda tahu bahwa anda tidak sendirian. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik!”
Advertisement
tegas Ganjar.
merdeka.com
Ganjar mencontohkan kebersamaan melalui kegiatannya berlari. Dia mengungkapkan suka berlari bersama orang lain. "Banyak dari Anda pasti melihat saya berlari di media sosial. Istri saya, yang mendorong saya untuk melakukannya untuk menjaga pikiran positif dan fokus. Anda juga akan melihat bahwa saya jarang berlari sendirian,” kata Ganjar.
Advertisement
"Saya suka berbicara dan suka mendengarkan. Saya adalah orang yang sosial. Saya menyukai orang! Tahu enggak? ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa berada bersama orang lain melepaskan zat kimia otak yang penting—dopamin, serotonin, dan oksitosin. Zat kimia ini sangat penting untuk kebahagiaan," papar Ganjar.
Advertisement
"Mengadvokasi dukungan yang lebih besar, kesadaran yang lebih besar, pemahaman yang lebih besar. Hingga belum lama ini, berbicara tentang masalah kesehatan mental saja masih merupakan hal yang tabu,"
kata Ganjar lagi.
merdeka.com
Advertisement
Ganjar juga mengajak semua pihak melakukan kolaborasi pentahelix, bersama-sama menangani masalah kesehatan mental yang prevelensinya semakin tinggi di antara generasi muda. Bahkan sejak usia 10 tahun sudah ada yang mengalami kecemasan. "Kenapa ini penting, karena masa depan Bangsa Indonesia ada di tangan generasi mudanya. Kenapa ini penting? karena kita sedang mengalami bonus demografi yang kuncinya ada di generasi muda, dan belum tentu berulang lagi,” tegas Ganjar.
Advertisement
“Kita bersama-sama perlu membangun kesadaran tentang kesehatan mental, lebih banyak platform seperti Menjadi Manusia, lebih banyak pakar kesehatan mental yang bicara di publik tentang pentingnya masalah ini, memperluas akses untuk konseling kesehatan mental di puskesmas dan mudah-mudahan juga ada lebih banyak teman-teman yang saling menjaga temannya," ucap dia. "Nah pesan saya untuk teman-teman semua yang ada di sini, mari kita jogo konco, jaga teman-teman kita, tumbuhkan rasa solidaritas agar jadi manusia dan generasi yang bahagia, mari kita dorong agar masalah ini menjadi salah satu prioritas nasional,” imbuh Ganjar.