Erick Thohir Sayangkan Perusakan Bendera Demokrat, Minta Polisi Usut Tuntas
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, menyesalkan insiden perusakan atribut bendera dan baliho di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau. Pelaku perusakan belum diketahui.
Kedatangan SBY ke Pekanbaru untuk bertemu dengan DPC Demokrat se-Provinsi Riau sekaligus bertatap muka dengan Paguyuban Warga Pacitan. Bersamaan dengan kedatangan SBY, Presiden Jokowi juga berada di Pekanbaru untuk menghadiri pemberian gelar dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).
Presiden ke 6 RI itu menyesalkan bendera Demokrat telah dirusak pihak tak bertanggung jawab. Hanya menyandang jabatan Ketum Partai, SBY mengaku tak bisa berbuat banyak menyikapi temuan tersebut.
"Saya bukan Capres (Calon Presiden), saya tidak berkompetisi dengan Bapak Jokowi. Saya hanya pemimpin partai. Berikhtiar, berjuang dengan cara yang baik dan amanah, sesuai yang diatur konstitusi dan undang-undang," kata SBY.
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, menanggapi kejadian tersebut dan sangat menyayangkan.
"Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut," kata Erick dalam pesan singkat yang diterima merdeka.com, Sabtu (15/12).
Dia berharap polisi bisa mengusut kasus ini hingga tuntas. Apalagi, TKN Jokowi, katanya, menjunjung tinggi kampanye yang damai dan santun
"Semoga pihak kepolisian bisa mengusut dan menindak tegas siapapun yang melakukannya. Kami di TKN selalu menjunjung tinggi kampanye damai dan santun," katanya.
"Sehingga tidak ada saling curiga di antara kita," tegas Erick.
Terkait temuan bendara Demokrat yang dirusak, polisi sudah memeriksa seorang terduga pelaku berinisial HS. SBY akhirnya meminta semua atribut partai dicopot dari pada dibuang ke parit.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya