Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui ketuanya, Puan Maharani, menyatakan bahwa negara layak memberikan penghargaan tertinggi kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur di Lebanon. Para prajurit ini merupakan bagian dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dan gugur akibat serangan Israel. Puan Maharani juga mendorong pemerintah dan TNI untuk memastikan penghormatan yang layak, termasuk pemenuhan hak-hak mereka sebagai pahlawan kemanusiaan.
Insiden tragis ini terjadi dalam dua peristiwa terpisah pada akhir Maret. Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur pada Minggu (29/3) akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Berselang sehari, dua personel lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, pada Senin (30/3).
Selain para prajurit yang gugur, beberapa personel TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Mereka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan yang terluka pada insiden pertama, serta Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto pada insiden kedua. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian di zona konflik.
Advertisement
Advertisement
Puan Maharani menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon. Ia menegaskan, ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Oleh karena itu, sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka.
Pemerintah dan TNI didesak untuk memberikan penghormatan yang layak, termasuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi sebagai pahlawan kemanusiaan. Pengorbanan Prajurit TNI Gugur Lebanon ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global. Kejadian ini juga menyoroti bahaya yang terus mengancam misi perdamaian di wilayah konflik.
Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah telah mengonfirmasi identitas para prajurit yang gugur dan terluka. Nama-nama tersebut menjadi simbol keberanian dan dedikasi bangsa dalam menjalankan amanat konstitusi untuk turut serta dalam menjaga perdamaian dunia. Insiden ini juga memicu perhatian internasional terhadap keselamatan pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Advertisement
Advertisement
Menurut Puan Maharani, pengorbanan prajurit TNI di Lebanon mengingatkan bahwa posisi Indonesia di panggung internasional dibangun bukan hanya melalui pernyataan politik, melainkan juga melalui keberanian berdiri di garis depan ketika dunia menghadapi konflik. Hal ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global.
Penghormatan terbaik kepada Prajurit TNI Gugur Lebanon adalah dengan memastikan bahwa pengabdian mereka memperkuat kesadaran nasional dan internasional. Kesadaran bahwa perdamaian dunia bukan agenda yang jauh dari kepentingan Indonesia, melainkan bagian dari tanggung jawab yang selalu memiliki konsekuensi nyata.
Puan berharap kejadian ini dapat semakin meningkatkan kesadaran bagi semua pihak soal betapa pentingnya langkah dan upaya menciptakan perdamaian, terutama bagi pihak-pihak yang masih berseteru. Ia juga menyerukan agar perang harus segera dihentikan, mengingat banyaknya korban yang berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. Puan menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus berani bertindak tegas untuk menyelesaikan konflik geopolitik berkepanjangan ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews