DPR Kritik Posisi Wakil Panglima TNI Buat Birokrasi Jadi Gemuk

Kamis, 7 November 2019 13:21 Reporter : Merdeka
DPR Kritik Posisi Wakil Panglima TNI Buat Birokrasi Jadi Gemuk Anggota FPKS DPR Sukamta. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengkritik langkah Presiden Joko Widodo yang menghidupkan kembali posisi wakil panglima TNI. Menurutnya, keputusan Jokowi itu malah membuat jabatan di TNI menjadi gemuk.

"Pertanyaan publik kemudian adalah kenapa justru Presiden membuat jabatan politik menjadi gemuk," kata Sukamta saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Sukamta menyebut keputusan itu bertolakbelakang dengan keinginan Jokowi merampingkan birokrasi, salah satunya penghapusan jabatan eselon III dan IV.

1 dari 1 halaman

Bandingkan Wakil Panglima TNI dengan Wamen

Politisi PKS itu juga membandingkan jabatan baru di TNI itu dengan posisi wakil menteri di kabinet Indonesia Maju yang makin banyak dimunculkan Jokowi.

"Kesannya beliau akan merampingkan birokrasi. Tidak sesuai dengan semangat debirokratisasi," kata Sukamta.

Selain itu, Sukamta juga menyoroti Perpres yang dikeluarkan Jokowi yang disebut bertentangan dengan Undang-undang (UU) TNI. Menurutnya, pada UU TNI tidak ada jabatan Wakil Panglima.

"Saya tidak tahu apakah Presiden menggunakan rujukan lain atau apa, karena dalam tata aturan perundangan, Perpres tidak boleh bertentangan dengan UU," ujarnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Perpres bertanggal 18 Oktober 2019 itu berisi salah satunya menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI.

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Baca juga:
Tiga Kepala Staf Berpeluang Jadi Wakil Panglima TNI
Istana: Wakil Panglima TNI untuk Tugas Khusus dan Prioritas
Deretan Jenderal Ini Berpeluang Menjadi Wakil Panglima TNI
DPR Nilai Jokowi Jawab Kebutuhan TNI dengan Hidupkan Kembali Wakil Panglima
Jokowi Kembali Hidupkan Posisi Wakil Panglima TNI

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini