Diskominfo Bogor Susun Strategi Komunikasi Konten Berbahasa Asing untuk Jangkau Masyarakat Internasional

Diskominfo Bogor gencar menyusun strategi komunikasi konten berbahasa Inggris dan asing lainnya, menjawab kebutuhan informasi masyarakat internasional dan arahan Wali Kota untuk memperluas jangkauan publik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diskominfo Bogor Susun Strategi Komunikasi Konten Berbahasa Asing untuk Jangkau Masyarakat Internasional
Pemerintah Kota Bogor menegaskan peran vital pengelola media sosial dan admin layanan pengaduan sebagai ujung tombak komunikasi Pemkot Bogor dengan masyarakat, demi efektivitas penanganan aduan warga. (AntaraNews)

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Jawa Barat, tengah fokus menyusun strategi komunikasi konten berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan layanan informasi serta pengaduan masyarakat, khususnya bagi komunitas internasional yang tertarik dengan Kota Bogor. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan yang semakin meningkat dari masyarakat dan juga diperkuat oleh arahan langsung dari Wali Kota Bogor.

Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rudiyana, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan sebuah kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya interaksi Kota Bogor dengan dunia internasional. Menurutnya, "Kami melihat itu sebuah kebutuhan di masyarakat dan diperkuat oleh arahan Pak Wali. Kami harus menyusun strategi komunikasi untuk membuat konten terkait dengan Bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya yang diperlukan oleh masyarakat." Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Bogor dalam menyediakan informasi yang inklusif.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menekankan pentingnya pembuatan konten berbahasa asing untuk memenuhi permintaan informasi dari masyarakat internasional. Wali Kota melihat kondisi ini sebagai peluang besar bagi Pemerintah Kota Bogor untuk memperluas jangkauan komunikasi publik. Terlebih lagi, Kota Bogor kini semakin sering menjadi tuan rumah bagi berbagai acara berskala internasional, sehingga kebutuhan akan informasi yang mudah diakses oleh pihak asing menjadi krusial.

Kebutuhan Konten Berbahasa Asing dan Arahan Wali Kota

Pemerintah Kota Bogor menyadari bahwa daya tarik kota ini tidak hanya terbatas pada warga lokal, tetapi juga menarik perhatian komunitas internasional. Oleh karena itu, penyediaan informasi yang relevan dan mudah dipahami dalam berbagai bahasa menjadi prioritas. Inisiatif ini diharapkan dapat memfasilitasi wisatawan, investor, atau siapa pun yang ingin mengenal Kota Bogor lebih jauh.

Arahan dari Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjadi pendorong utama bagi Diskominfo untuk segera merealisasikan strategi ini. Beliau menyoroti bagaimana konten berbahasa Inggris atau asing dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Hal ini juga sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai kota yang terbuka dan ramah terhadap pengunjung maupun komunitas global.

Perluasan jangkauan komunikasi publik ini dianggap vital, mengingat Kota Bogor telah beberapa kali sukses menyelenggarakan acara berkelas internasional. Dengan adanya konten berbahasa asing, diharapkan informasi mengenai acara-acara tersebut, serta potensi dan keunikan Kota Bogor, dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif kepada audiens global. Ini akan memperkuat citra Kota Bogor di mata dunia.

Peran Juru Bicara Digital dan Sistem Pengaduan

Dalam mendukung strategi komunikasi ini, Diskominfo Kota Bogor mengandalkan jaringan juru bicara digital yang luas. Rudiyana menyebutkan bahwa saat ini terdapat 156 juru bicara digital yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas. Jaringan ini menjadi tulang punggung dalam penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya.

Tiap akun media sosial yang dikelola oleh OPD tersebut saling mendukung dan bekerja sama dalam menyebarkan informasi. Rudiyana menjelaskan bahwa, "Tiap akun media sosial yang dikelola oleh OPD itu saling mendukung, saling memberi informasi, dan bekerja sama atas nama Keluarga Besar Pemkot Bogor." Kolaborasi ini memastikan bahwa pesan-pesan penting dapat tersampaikan secara konsisten dan terkoordinasi.

Selain itu, Diskominfo juga mengelola saluran pengaduan masyarakat melalui SiBadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran) dan SP4N LAPOR. Kedua sistem ini dioperasikan sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan aduan dan saran secara terstruktur, yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Tantangan Verifikasi Laporan Masyarakat

Meskipun telah memiliki sistem pengaduan yang terstruktur, Diskominfo Kota Bogor menghadapi tantangan dalam pengelolaan laporan. Rudiyana mengungkapkan bahwa rata-rata gabungan aduan yang masuk melalui sistem, media sosial, dan WhatsApp mencapai sekitar 50 laporan per hari. Jumlah ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah memverifikasi profil pelapor dan memastikan bidang kewenangan atas laporan tersebut. "Tantangan bagi kami itu adalah memverifikasi profil pelapor, jangan sampai itu laporan yang main-main atau tidak serius. Kemudian tindak lanjut dari laporan tersebut, apakah objek yang menjadi pelaporan itu berada dalam kewenangan Pemkot atau bukan," kata Rudiyana.

Proses verifikasi ini krusial untuk menjaga integritas sistem pengaduan dan memastikan bahwa setiap laporan yang ditindaklanjuti adalah valid dan relevan. Diskominfo berkomitmen untuk terus meningkatkan mekanisme verifikasi agar layanan pengaduan dapat berjalan lebih efisien dan efektif, demi kepuasan masyarakat Kota Bogor.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi