Para Sekjen Partai Koalisi Adil dan Makmur melakukan pertemuan di Jalan Daksa No I, Kawasan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/11) malam. Pertemuan guna meluruskan kabar soal Demokrat yang setengah hati mengkampanyekan pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menjelaskan alasan Ketum SBY baru mulai mengkampanyekan Prabowo-Sandi pada bulan Maret 2019. Intinya dia ingin Prabowo-Sandi didukung Parlemen yang kuat. Oleh karenanya, partai mesti menggerakan roda organisasi partai sampai ke bawah dan punya strategi yang jeli.
"Pertama, kampanye ini waktunya panjang sekali 7 bulan. Dan sekarang baru 2 bulan pertama kita lewati. Masih ada lima bulan lagi," kata Hinca saat jumpa pers di lokasi.
Selain itu, Hinca mengibaratkan SBY seperti tokoh wayang yang muncul di menit-menit terakhir sebagai pahlawan. Demokrat yakin strateginya tepat sasaran.
"Jadi kalau jagoannya muncul di akhir. Okey? Di depannya kami kami dulu lah. Jadi biarkan pak SBY muncul pada saat yang tepat. Hitung-hitungan kami Maret itu. Karena itu mulai dari sekarang dan seterusnya kami siapkan. Jadi lakonnya itu kita siapkan itu lakonnya yang muncul belakangan," tuturnya.
Kemudian, Demokrat terus berkoordinasi dengan koalisi untuk memastikan bagaimana teritori masing-masing partai untuk memperkuat basis kampanye Prabowo-Sandi. Dia menekankan, Demokrat serius memenangkan Prabowo-Sandi.
"Pasti pasti temen-temen PKS melakukan hal yang sama, PAN juga, Gerindra juga, Demokrat juga dan juga Berkarya. Makanya kami berunding terus tiap malam ada yang tertutup ada yang terbuka," ucapnya.
"Karena itu lah kami susun sedemikian rupa. Oke kalau ada yg tanya apakah ini setengah hati, enggak, ini bulat hati. Sekali kami teken bersama sama, sekali kami pergi ke KPU ,sampai selesai pertarungan ini solid ke Prabowo-Sandi," tambahnya.
Partai berlogo Mercy itu juga mendorong supaya semua partai koalisi kuat untuk mengusung dan menuntaskan kerja keras memenangkan Prabowo-Sandi.
Dia menambahkan, sampai akhir bulan November ini SBY akan kembali bersafari keliling pulau jawa untuk memastikan mesin partai Demokrat siap dan solid, sebagai bekal kampanye Pilpres bulan maret, agar mesin partai lebih segar dan tuntas memenangkan Pilpres.
"Kami kerja keras sama sama. Tidak usah ditanya lagi lah, kan strategi nggak usah diumbar umbar ya. Yang penting kami jalan dan kami yakin akan memainkan peran ini," ucap Hinca.
Lebih lanjut, Demokrat masih menyusun jadwal apakah Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal berkampanye bersama Sandi lebih dulu, sebelum SBY ikut turun di bulan Maret mengampuni Prabowo-Sandi.
"Untuk Mas AHY dan Mas Sandi keliling bersama komunikasi ini terus kami lakukan agar tepat waktunya, tepat sasarannya, tepat tempatnya, karena itu komunikasi tentang itu jalan terus agar semuanya makin baik, tenang aja kita akan beritahu," tuturnya.
Demokrat juga akan membahas bersama koalisi soal teknis SBY mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
"Untuk teknis nanti kita desain bersama sama, tapi prinsipnya Pak SBY turun allout," tandasnya.
Pertemuan dihadiri Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen PKS Mustafa Kamal dan Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso.