Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana

Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana

Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana

Cak Imin mengatakan di era demokrasi seharusnya tidak ada keberpihakan kepada kelompok tertentu.

Bakal Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar menyinggung keberpihakan menyikapi pembatalan agenda Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jawa Barat, pada Minggu (8/10). 

Buntut pembatalan acara itu Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dilaporkan ke Ombudsman.

Bakal Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar menyinggung keberpihakan menyikapi pembatalan agenda Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jawa Barat, pada Minggu (8/10). <br>
Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana

Ketua umum PKB ini mengatakan di era demokrasi seharusnya tidak ada keberpihakan kepada kelompok tertentu. Menurut dia, demokrasi seharusnya berjalan secara adil.

"Ya, ya tentu di era demokrasi ini tidak perlu memilah-milah memilih-milih, semua fair saja," 

katanya di RS Fatmawati, Jakarta, Jumat (13/10).

merdeka.com

Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, justru pemerintah yang akan dirugikan. Cak Imin mengatakan pelarangan agenda calon presiden itu kontra produktif bagi pemerintah.

"Jadi nanti kalau pelarangan ini itu malah kontraproduktif buat pemerintah," ujarnya.

Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana
Bey Machmudin Batalkan Acara Anies, Ini Reaksi Cak Imin Ditanya Dugaan Campur Tangan Istana

Sementara, Bey Machmudin saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Cak Imin enggan menduga-duga ada campur tangan Istana terhadap pembatalan acara Anies.

"Nah saya enggak tahu," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons langkah aktivis 98 yang tergabung dalam Change Indonesia yang melaporkan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin ke Ombudsman RI.

Bey diduga melakukan tindakan malaadministrasi saat membatalkan acara Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) pada Minggu (8/10).

“Orang namanya dilaporkan ya mestinya ada argumennya, nantikan di kenapa keluar kebijakan-kebijakan seperti itu,” 
kata Jokowi di sela kunjungan kerja di Jawa Barat, Jumat (13/10).

merdeka.com

Jokowi meyakini, keputusan Bey membatalkan acara Anies di GIM ada alasannya. Sebagai informasi, selain Pj Gubernur Jawa Barat, Bey kini menjabat Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.<br>

Jokowi meyakini, keputusan Bey membatalkan acara Anies di GIM ada alasannya. Sebagai informasi, selain Pj Gubernur Jawa Barat, Bey kini menjabat Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

"Pasti ada alasannya. Pasti ada payung hukum aturannya, pasti ada. Saya yakin,” kata Jokowi.  

Punya 83 Gelar Hingga Tercatat di MURI, Achmad Tarmizi Ngaku Kalah sama si Bungsu yang jadi Perwira TNI
Punya 83 Gelar Hingga Tercatat di MURI, Achmad Tarmizi Ngaku Kalah sama si Bungsu yang jadi Perwira TNI

Pemilik rekor MURI dengan gelar terbanyak, Achmad Tarmizi mengaku kalah dengan anaknya yang baru lulus dari Akmil.

Baca Selengkapnya
5.825 KK Terancam Kena Dampak Pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey
5.825 KK Terancam Kena Dampak Pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey

Pemkab Bogor mengaku hanya bertugas mendata. Sementara pengalihan warga terdampak ataupun lokasi dan jalan yang terimbas itu kewenangannya Pemprov Jabar.

Baca Selengkapnya
Terungkap, Menantu Dibunuh Mertua di Pasuruan Ternyata Mahasiswi UT Unair
Terungkap, Menantu Dibunuh Mertua di Pasuruan Ternyata Mahasiswi UT Unair

Ibunda korban meminta agar pelaku dihukum seberat - beratnya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jalanan Macet Imbas KTT ASEAN, Panglima TNI dan Kapolri Kompak Minta Maaf
Jalanan Macet Imbas KTT ASEAN, Panglima TNI dan Kapolri Kompak Minta Maaf

Yudo pun berharap masyarakat bisa memahami pentingnya kelancaran dan keamanan gelaran ini.

Baca Selengkapnya
Dakwaan Jaksa Dinilai Tidak Jelas, Hakim Bebaskan Eks Ketua KPU Bengkalis
Dakwaan Jaksa Dinilai Tidak Jelas, Hakim Bebaskan Eks Ketua KPU Bengkalis

Mantan Ketua KPU Bengkalis Fadhillah Al Mausuly merupakan terdakwa dugaan korupsi senilai Rp4,5 miliar.

Baca Selengkapnya
MK Banjir Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Usai Putuskan Syarat Usia Capres Cawapres
MK Banjir Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Usai Putuskan Syarat Usia Capres Cawapres

Sejumlah masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran kode etik terhadap hakim konstitusi terkait syarat usia capres-cawapres

Baca Selengkapnya
Kisah Pilu Siswi SMP di Sumsel Diperkosa Mantan Pacar dkk, Modus Ajak Ketemu Sampai Diancam Dibunuh
Kisah Pilu Siswi SMP di Sumsel Diperkosa Mantan Pacar dkk, Modus Ajak Ketemu Sampai Diancam Dibunuh

Ketiga tersangka merupakan buruh pembuat batubata yang tinggal di satu kontrakan. Kepolosan korban dimanfaatkan untuk melampiaskan nafsu mereka.

Baca Selengkapnya
Kakek Cabul Peremas Kemaluan Bocah Laki-Laki hingga Tewas di Depok Ditangkap
Kakek Cabul Peremas Kemaluan Bocah Laki-Laki hingga Tewas di Depok Ditangkap

Polisi juga mendalami kemungkinan anak-anak lain yang diduga turut menjadi korban pencabulan terduga pelaku.

Baca Selengkapnya
Usai Anies Diduetkan dengan Cak Imin, Spanduk Anies-AHY Masih Bertebaran di Depok
Usai Anies Diduetkan dengan Cak Imin, Spanduk Anies-AHY Masih Bertebaran di Depok

Penurunan akan dimulai siang ini. Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan kader untuk bersama bergerak melakukan penurunan.

Baca Selengkapnya