Bahlil Lahadalia Dukung Penuh Pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan dukungan penuh dan doa agar Presiden ke-2 RI Soeharto diangkat sebagai Pahlawan Nasional, menyusul rencana pengumuman oleh Presiden Prabowo Subianto.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bahlil Lahadalia Dukung Penuh Pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, menyebutnya sangat layak. (AntaraNews)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Bahlil berharap proses ini berjalan lancar dan menyatakan kesiapan Partai Golkar untuk mengikuti kebijakan pemerintah terkait pemberian gelar tersebut. Pernyataan ini disampaikan Bahlil usai menghadiri acara peresmian lapangan padel di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (09/11).

Dukungan dari Partai Golkar ini muncul setelah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengindikasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan sepuluh nama Pahlawan Nasional. Nama Presiden Soeharto disebut-sebut termasuk dalam daftar tersebut. Pengumuman penting ini dijadwalkan akan dilakukan pada hari Senin, 10 November.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penetapan nama-nama tersebut telah melewati tahap finalisasi. Rapat terbatas yang membahas hal ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, bertempat di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu malam.

Jasa Besar Soeharto yang Dianggap Layak Jadi Pahlawan Nasional

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Soeharto sangat layak untuk diberi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan rekam jejak dan kontribusinya bagi bangsa. Menurutnya, Soeharto telah memimpin Indonesia selama 32 tahun dengan berbagai pencapaian penting. Periode kepemimpinannya dinilai telah membawa stabilitas dan kemajuan signifikan bagi negara.

Selain perannya sebagai pemimpin negara, Bahlil juga menyoroti status Soeharto sebagai salah satu pendiri Partai Golkar. Tujuan utama pendirian partai berlambang pohon beringin itu, kata Bahlil, adalah untuk melawan ideologi lain, khususnya komunisme, yang saat itu menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa. Hal ini menunjukkan komitmen Soeharto dalam menjaga ideologi Pancasila.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Soeharto juga berhasil mencatatkan prestasi gemilang di sektor ekonomi. Bahlil menyebutkan keberhasilan dalam mencapai swasembada pangan dan energi, yang merupakan capaian krusial bagi kemandirian bangsa. Selain itu, pemerintahannya juga sukses menurunkan tingkat inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.

Bahlil menambahkan bahwa di akhir masa kekuasaannya, sekitar tahun 1997-1998, Indonesia dikenal sebagai "Macan Asia" karena pertumbuhan ekonominya yang pesat. "Inilah referensi yang dijadikan rujukan partai Golkar," kata Bahlil, menggarisbawahi warisan positif dari kepemimpinan Soeharto yang menjadi pijakan bagi partai tersebut.

Proses Finalisasi Daftar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

Rencana pengumuman gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto telah mencapai tahap finalisasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo akan mengumumkan sekitar sepuluh nama. "Kurang lebih 10 nama. Ya masuk, masuk (nama Soeharto)," kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.

Penetapan nama-nama tersebut telah melalui proses pembahasan yang mendalam. Prasetyo menjelaskan bahwa rapat terbatas untuk finalisasi daftar ini telah diselenggarakan. Rapat penting tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Menteri Kebudayaan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.

Pertemuan finalisasi ini berlangsung di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. Kehadiran Fadli Zon dalam rapat tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyeleksi dan menetapkan tokoh-tokoh yang dianggap berjasa besar bagi negara. Proses ini memastikan bahwa setiap nama yang diusulkan telah melalui kajian yang komprehensif.

Pengumuman resmi mengenai daftar Pahlawan Nasional, termasuk kemungkinan nama Soeharto, akan menjadi momen penting bagi sejarah bangsa. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan penghargaan yang layak bagi para tokoh yang telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi