Anggota DPR RI dan DPRD Sulsel cekcok di kuburan
Merdeka.com - Anggota DPR RI Mukhtar Tompo dan anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Syamsuddin Karlos terlibat percekcokan saat pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur, Kampung Bungloe, Desa Bontomate'ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Takalar.
"Saya memang lebih muda dari dia (Syamsuddin Karlos) tapi saya menganggap saya lebih dewasa," ujarnya seperti dilansir Antara, Minggu (23/4).
Anggota Komisi VII DPR ini menceritakan, cekcok itu dimulai dari perdebatan tentang pembangunan waduk Kelara Kareloe. Dia mengatakan, saat membahas itu emosi Karlos memuncak hingga berlanjut saling tendang antar keduanya.
"Awalnya itu, saya dipanggil sama teman dan diajak berbincang. Ada juga Karlos di situ dan kemudian Karlos bilang ke saya kalau saya ini tidak paham mengenai waduk Kareloe. Saya paparkan semua hasil kunjunganku dan setelah itu saya diserang sama Karlos dan saya membalasnya. Banyak saksi kok yang lihat itu," jelasnya.
Politisi Hanura yang pernah berselisih dengan mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Chappy Hakim itu mengaku secara refleks membalas perlakuan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin menamparnya dan menendangnya.
"Dia menendang saya dan saya refleks membalasnya dan menendangnya juga. Setelah itu sudah banyak warga yang melerai kita," ucapnya.
Anggota DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos justru mengaku insiden itu didahului tindakan tidak terpuji Mukhtar Tompo. Dia mengaku tersulut emosi karena Mukhtar melontarkan perkataan tidak pantas untuk didengar yang kemudian membuat dirinya naik pitam. Karlos membantah melakukan penyerangan terhadap Muhtar Tompo.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya