Ahok: Kalau pejabat enggak mau melayani, enggak usah jadi pejabat
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki T Purnama (Ahok) memaparkan visi dan misi serta program kerja di acara debat kandidat yang digelar oleh Kompas TV. Ahok mengatakan, pihaknya ingin membangun manusianya, bukan hanya kotanya saja.
"Bangun Jakarta itu utamanya bangun manusianya. Banjir, macet adalah alat mendukung manusia, visi utama bangun manusianya itu tadi," kata Ahok di Djakarta Theater di Jakarta, Kamis (15/12).
Ahok menjelaskan, indeks pembangunan manusia Jakarta saat ini berada di 78,99 persen. Hanya kurang 1,01 lagi untuk melewati garis minimal paling rendah indek pembangunan manusia di negara maju.
"Misi utama, pejabat harus jadi pelayan, kalau pejabat enggak mau melayani, enggak usah jadi pejabat. Makanya kami banyak ngeluarin pejabat yang enggak mau melayani," kata Ahok.
Dalam kesempatan ini, Ahok juga membeberkan programnya ke depan jika kembali terpilih berkuasa di Jakarta. Misalnya jaminan kesehatan, pendidikan, jaminan transportasi massal yang memadai hingga sembako murah.
"Jaminan kesehatan, asal mau masuk kelas tiga, kami tanggung semua. Pendidikan yang kuliah di perguruan tinggi negeri dapat Rp 18 juta, tidak hanya sampai tingkat SD, SMP dan SMA," kata Ahok.
Ahok juga menyinggung soal transparansi yang telah dilakukan selama menjabat sebagai wagub dan gubernur DKI sejak 2012 lalu. Menurut Ahok, Jakarta menjadi open data terbuka terbesar di Indonesia.
"Semua rapat harus terbuka, kedua semua data dibuka, maka Jakarta jadi open data terbesar. Kemudian tidak ada transaksi tunai semua nontunai, kita adakan pelayanan satu pintu, lurah harus jadi seperti orangtua asuh," tutup dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya