Ada Mekanisme, Golkar Nilai AMPG Tak Perlu Demo Desak Rapat Pleno

Kamis, 22 Agustus 2019 20:51 Reporter : Sania Mashabi
Ada Mekanisme, Golkar Nilai AMPG Tak Perlu Demo Desak Rapat Pleno Massa AMPG Unjuk Rasa di DPP Partai Golkar. ©2019 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat digeruduk oleh ratusan Asosiasi Muda Partai Golkar (AMPG) pada Kamis (22/8). Dalam aksi itu, para anggota AMPG mendesak untuk segera dilaksanakannya rapat pleno untuk menentukan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) pergantian ketua umum.

Menanggapi hal itu, Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir menilai tidak seharusnya ada aksi untuk mendesak digelarnya rapat pleno. Sebab, kata dia, rapat pleno adalah mekanisme partai yang pasti akan dilaksanakan.

"Jadi begini sebenarnya pleno itu tidak perlu sampai demo begitu. Karena itu kan mekanisme organisasi akan kita jalani pasti kita akan pleno," kata Ibnu pada merdeka.com, Kamis (22/8).

Ibnu menjelaskan, ada mekanisme tersendiri untuk melaksanakan pleno. Lanjutnya, saat ini Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah menginstruksikan para ketua koordinator bidang untuk menyiapkan laporan untuk dibawa ke dalam rapat harian kemudian hasil keputusannya dibawa ke rapat pleno.

"Nah itu bahan yang bisa dipakai nanti kalau munas Desember nah itu menjadi laporan kegiatan. Nah sesudah itu baru akan ada rapat pengurus harian nah dari hasil rapat pengurus harian itu baru dibawa ke pleno," ungkapnya.

Dia pun belum bisa memastikan kapan laporan dari para koordinator akan segera di selesaikan dan dibawa ke rapat harian. Semua itu, akan diatur oleh sekjen partai.

"Nah ini yang kita minta cepat adalah karena ketua umum kan masih keliling nih nah mungkin dalam waktu dekat sesudah ada jadwal dari Sekjen kita masing-masing ketua koorbid mempersiapkan itu rapat itu melaporkan. Lalu mungkin ada instruksinya ketua umum itu yang kita persiapkan laporannya bagaimana dan formatnya bagaimana apanya begitu," ucapnya.

Ibnu juga enggan berbicara banyak terkait adanya kemungkinan ada dalang dibalik adanya masa AMPG yang mendesak digelarnya pleno. Dia beralasan tidak tahu pasti kejadian di kantor DPP.

"Saya engga sampai ke sana ya. Karena kondisi saya enggak tahu saya lagi di luar enggak ngeliat begitu secara ini apa yang terjadi merasakan suasananya gitu," tandasnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Munas Golkar
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini